unique visitors counter
⌂ Beranda › News › IDI Kecam Dugaan Bullying PPDS Unsrat, Usul Jam Kerja Dibatasi
News

IDI Kecam Dugaan Bullying PPDS Unsrat, Usul Jam Kerja Dibatasi

Logo Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
IDI Kecam Dugaan Bullying PPDS Unsrat, Usul Jam Kerja Dibatasi
A A Ukuran Teks16px

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengecam dugaan perundungan (bullying) yang dialami peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dr. Adrian Rantung.

Peristiwa tersebut dilaporkan berujung pada meninggal dunia.

Ketua Umum IDI, dr. Slamet Budiarto, menegaskan organisasi profesi dokter tidak mentoleransi segala bentuk perundungan dalam lingkungan pendidikan maupun pelayanan kesehatan.

"IDI mengecam dan tidak mentolerir segala bentuk perundungan," kata Slamet kepada Bloomberg Technoz, Selasa (7/7).

Menurut Slamet, direktur utama rumah sakit memiliki tanggung jawab penuh untuk memastikan tidak terjadi praktik perundungan di lingkungan rumah sakit.

Hal ini termasuk terhadap peserta PPDS yang menjalani pendidikan klinis.

Usulan Pembatasan Jam Kerja

Sebagai langkah perbaikan, IDI mendorong pembatasan jam kerja dokter PPDS. Tujuannya agar beban kerja yang berlebihan tidak berdampak pada kondisi fisik maupun kesehatan mental peserta didik.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru