Seorang anak perempuan berinisial ANS, 9 tahun, menjadi korban peluru nyasar saat bermain di samping rumahnya di Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Minggu, 5 Juli 2026.
Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, mengatakan penyelidikan masih berlangsung meskipun keluarga korban belum membuat laporan resmi karena fokus pada pemulihan anak.
>>> Penerimaan Pajak Semester I-2026 Tembus Rp1.035,7 Triliun, Tumbuh 24,6%
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
"Kami juga sedang meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi. Korban masih dirawat di RS Fatmawati dan kondisinya sudah stabil," kata Usep, Selasa, 7 Juli 2026.
Peristiwa terjadi saat korban bermain bersama teman-temannya di area perkampungan yang berbatasan langsung dengan persawahan. Tiba-tiba korban merasakan benda mengenai dadanya hingga menimbulkan rasa sakit.
Teman-teman korban yang panik berteriak meminta pertolongan warga. Warga kemudian membawa korban ke klinik terdekat sebelum dirujuk ke RS Fatmawati.
>>> Bahlil Ungkap India Tertarik Masuk Industri Migas RI
"Korban mengalami luka di bagian dada dan berdasarkan pemeriksaan awal diduga terkena satu butir proyektil," ujar Usep.
Dari hasil olah TKP, polisi menduga proyektil berasal dari senapan angin. Namun, belum diketahui apakah senapan itu milik pemburu atau bukan.
Penyidik telah meminta keterangan tiga anak yang bermain bersama korban, seorang tetangga, serta Ketua RT dan RW setempat.
Kendala utama adalah minimnya kamera pengawas di sekitar lokasi.
>>> Hakim Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo, Sebut Penggeledahan dan Penangkapan Tidak Sah
"Kami sedang melakukan penyelidikan di lokasi untuk mencari orang-orang yang memiliki kebiasaan berburu burung di sekitar perkampungan," ucap Usep.
