Anggota DPR dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Asep Wahyuwijaya, menyoroti nilai tukar rupiah yang tidak sesuai dengan target APBN 2025.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (7/7/2026), Asep mengungkapkan realisasi rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang tahun 2025 mencapai Rp16.475 per dolar AS.
>>> Modus Selidiki Narkoba, Komplotan Polisi Gadungan di Tangerang Rampas Motor IRT
Angka tersebut jauh melemah dibandingkan asumsi APBN yang dipatok sebesar Rp16.000 per dolar AS.
Dampak Pelemahan Rupiah
Asep juga menyoroti defisit neraca pembayaran Indonesia akibat capital outflow yang berdampak langsung pada beban utang dan pembengkakan subsidi energi.
Ia meminta pemerintah mengakselerasi penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral dan mentransformasi subsidi energi berbasis penerima manfaat.
>>> Pramono Resmikan Shelter Ojol di Thamrin untuk Tertibkan Ojek Online
Langkah ini dinilai dapat mengurangi eksposur fiskal terhadap fluktuasi kurs.
Pertumbuhan Ekonomi di Bawah Target
Selain nilai tukar, Fraksi Nasdem juga mencermati realisasi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11%.
>>> IDI Kecam Dugaan Bullying PPDS Unsrat, Usul Jam Kerja Dibatasi
Angka ini berada di bawah asumsi 5,2% yang ditetapkan sebelumnya, imbas tertahannya konsumsi rumah tangga di angka 4,91%.
