Stephen Chow kembali mencuri perhatian lewat film terbarunya, Kung Fu Soccer.
Dalam dua hari pertama penayangan di China, film ini berhasil meraup pendapatan lebih dari 455 juta yuan atau setara Rp1,21 triliun.
>>> Thunderobot Zero Air 16 Buktikan Laptop Gaming Tak Harus Berat
Kesuksesan ini langsung menempatkan Kung Fu Soccer sebagai rilisan terbesar dalam film musim panas tahun ini. Antusiasme publik yang luar biasa disebut-sebut sebagai pemicu utama lonjakan penonton.
Film ini menjadi proyek pertama Chow setelah tujuh tahun vakum sejak The New King of Comedy pada 2019.
Banyak pengamat menilai kerinduan penonton terhadap humor khas Chow menjadi faktor penting di tengah lesunya pasar bioskop musim panas.
Strategi Multibahasa dan Dominasi Layar
Kung Fu Soccer mengisahkan perjuangan tim sepak bola perempuan yang bangkit dari keterpurukan dengan memadukan teknik bela diri Shaolin.
Film ini dibintangi Zhang Xiaofei, Dilraba, Lay Zhang, serta penampilan spesial Carina Lau dan Takeru Satoh.
Produser menerapkan strategi perilisan multibahasa, termasuk Mandarin, Kanton, Inggris, Korea, Jepang, dan Thai. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan momentum Piala Dunia FIFA 2026 yang tengah menjadi sorotan global.
Berdasarkan data Maoyan, Kung Fu Soccer menguasai 48,2 persen slot pemutaran nasional pada hari perdana.
>>> Redmi 17C 5G Bocor di Geekbench, Pakai Dimensity 6300 dan Baterai 6.000mAh
Film ini mengantongi lebih dari 260 juta yuan di hari pertama, menyumbang 80,3 persen dari total pendapatan bioskop harian di China.
Catatan tersebut membantu pasar bioskop domestik menembus angka harian 300 juta yuan untuk pertama kalinya dalam 136 hari terakhir.
Respons Beragam dari Penonton dan Kritikus
Meski sukses secara komersial, Kung Fu Soccer menuai respons terbelah. Di platform ulasan Douban, film ini mendapat rating 6,6 dari 10.
Penonton yang mendukung memuji keberanian Chow keluar dari pakem film olahraga konvensional yang berpusat pada pahlawan pria.
Mereka juga menyambut humor absurd khas Chow dan sekuens aksi bela diri yang dinilai menangkap jiwa karya lawasnya.
Namun, kritikus menilai film ini terlalu mendewakan formula Shaolin Soccer sehingga alurnya terasa repetitif. Efek visualnya juga dikritik ketinggalan zaman, meski laporan ThePaper.
cn menyebut proyek ini menggunakan lebih dari 1.200 bidikan efek visual serta teknologi motion-capture dan AI-rendering.
>>> Kalah dari Daily Mail, Pangeran Harry Disebut Tak Punya Uang Bayar Biaya Kasus
Kung Fu Soccer dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 12 Agustus mendatang.
