unique visitors counter
⌂ Beranda News Korban Kebakaran Bar di Bangkok Terjebak di Kamar Mandi Tanpa Jendela

Korban Kebakaran Bar di Bangkok Terjebak di Kamar Mandi Tanpa Jendela

Korban Kebakaran Bar di Bangkok Terjebak di Kamar Mandi Tanpa Jendela
Ilustrasi: Korban Kebakaran Bar di Bangkok Terjebak di Kamar Mandi Tanpa Jendela
A A Ukuran Teks16px

Sebagian besar korban tewas dalam kebakaran besar di sebuah bar musik di Bangkok ditemukan terperangkap di kamar mandi tanpa jendela.

Demikian disampaikan pihak berwenang setempat, Senin (14/7), saat penyelidikan dimulai.

>>> Kebakaran Hutan Fontainebleau Dekat Paris Picu Evakuasi

Kebakaran di Rong Beer Na Ladprao itu merupakan yang paling mematikan di ibu kota Thailand dalam 17 tahun terakhir.

Api berkobar Minggu malam di bagian utara kota dan petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu setengah jam untuk mengendalikannya.

Sebanyak 25 orang dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis, kata pejabat kota Bangkok. Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan sebagian besar kematian disebabkan oleh menghirup asap.

in2

Pada Senin pagi, lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi. Puluhan petugas forensik mencari petunjuk tentang penyebab kebakaran.

Jendela bar yang menghadap ke jalan pecah dan puing-puing berserakan di trotoar. Barang-barang yang hangus seperti televisi, pengeras suara, dan gitar listrik terlihat.

Bar yang menyebut dirinya sebagai tempat pembuatan bir atau aula bir itu diklaim dapat menampung hingga 600 pelanggan.

Belum diketahui berapa banyak orang yang hadir Minggu malam.

Menurut pusat layanan darurat Erawan Bangkok, 73 orang terluka. Pemerintah kota Bangkok mencatat 28 orang tewas, satu lebih banyak dari hitungan Erawan.

Korban Terjebak di Kamar Mandi

Kepala Kepolisian Nasional Kittharath Punpetch mengatakan sebagian besar korban tewas ditemukan terperangkap di kamar mandi tanpa jendela dekat salah satu pintu keluar belakang.

Mereka mungkin mencari perlindungan dari api.

Pintu keluar itu tidak digunakan.

Orang-orang mungkin terhalang oleh meja yang dipasang di aula untuk menjual permen, atau karena terlalu gelap untuk menemukan jalan keluar.

Akses ke pintu keluar lain di dekat dapur juga mungkin dipersempit oleh rak dan loker, kata Kittharath yang mengunjungi lokasi Senin.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot