unique visitors counter
⌂ Beranda News Korban Kebakaran Bar di Bangkok Terjebak di Kamar Mandi Tanpa Jendela

Korban Kebakaran Bar di Bangkok Terjebak di Kamar Mandi Tanpa Jendela

Korban Kebakaran Bar di Bangkok Terjebak di Kamar Mandi Tanpa Jendela
Ilustrasi: Korban Kebakaran Bar di Bangkok Terjebak di Kamar Mandi Tanpa Jendela
A A Ukuran Teks16px

Ada tanda-tanda bahwa setidaknya beberapa pintu keluar mungkin terkunci.

Penyelidik fokus pada langit-langit di atas panggung pertunjukan, di mana mereka menemukan bahan yang mungkin digunakan sebagai elemen dekoratif.

Polisi akan memeriksa apakah bahan mudah terbakar digunakan di interior dan bagaimana kabel listrik dipasang di langit-langit.

Kesaksian dan Duka

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengatakan kepada wartawan bahwa seorang musisi yang tampil di bar itu melihat asap keluar dari pemutus sirkuit dekat panggung sebelum listrik padam.

>>> Kejaksaan Agung Respons Permintaan DPR soal Penggantian Penyidik Jampidsus

Kemudian terdengar ledakan dan asap tebal dengan cepat memenuhi tempat itu.

in2

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan orang-orang melarikan diri saat api menyembur dari bangunan satu lantai dan asap hitam membumbung ke langit.

Beberapa biksu Buddha mengunjungi lokasi Senin untuk berdoa bagi para korban. Perawat membagikan masker wajah untuk melindungi orang dari asap yang tersisa.

Sebuah tempat pendaftaran didirikan untuk mengumpulkan informasi dari kerabat yang mencari orang yang dicintai.

Penyanyi Sukanya Wongwongwai mengatakan dia sedang tampil di dekatnya ketika mendengar tentang kebakaran dan bergegas ke lokasi karena beberapa rekannya tampil di bar itu.

Dia mengatakan satu orang meninggal, tiga dirawat di rumah sakit, dan satu belum ditemukan.

Grupnya kemudian mengumumkan di Facebook bahwa anggota yang hilang juga ditemukan dirawat di rumah sakit.

Dalam pernyataan di Facebook, bar itu menyampaikan permintaan maaf dan belasungkawa serta mengatakan bekerja sama dengan penyidik. Pemilik bar menderita luka serius dan berada di unit perawatan intensif.

Anggota keluarga berkumpul di Institut Kedokteran Forensik Bangkok untuk mengidentifikasi korban tewas. Keo Oudone Poungpany, 24 tahun, berada di institut itu untuk mengidentifikasi jenazah adiknya.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot