Omdia merilis data pasar smartphone China untuk kuartal kedua tahun ini. Total pengiriman mencapai 66,1 juta unit, turun 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski pasar melemah, Huawei dan Apple justru mencatat pertumbuhan signifikan. Keduanya berhasil meningkatkan pangsa pasar di tengah tekanan biaya komponen.
>>> Redmi Note 17 Pro vs Redmi Note 15 Pro: Perbandingan Lengkap
Kinerja Huawei dan Apple
Huawei mengirimkan 15,2 juta perangkat, naik dari 12,2 juta pada Q2 2025. Pangsa pasarnya melonjak dari 18% menjadi 23%.
Apple mengirimkan 12,4 juta iPhone, meningkat dari 10,1 juta setahun sebelumnya. Pangsa pasarnya naik dari 15% menjadi 19%.
Pesaing Lain Tertekan
Oppo berada di posisi ketiga dengan 10,6 juta unit dan pangsa 16%, turun 9% year-on-year.
Vivo mencatat angka hampir identik: 10,5 juta unit dan pangsa 16%, turun 11%.
Xiaomi melengkapi lima besar dengan 8,2 juta unit dan pangsa 12%, anjlok 21% dibandingkan tahun lalu.
>>> Rumor Desain Samsung Galaxy S27 Ultra Belum Pasti, Perubahan Besar Mungkin Batal
Penurunan pasar China lebih rendah dibandingkan pasar global yang turun 4% pada periode yang sama. Krisis memori dan kenaikan biaya komponen memperkuat polarisasi pasar.
Menurut Analis Utama Omdia Hayden Hou, pertumbuhan Huawei didorong oleh struktur harga yang relatif stabil dan permintaan segmen premium yang tangguh.
Model Pura X Max dan Enjoy 90 Pro Max mendapat sambutan baik.
Apple juga diuntungkan karena belum menaikkan harga. Omdia memproyeksikan pasar smartphone China akan turun 6% sepanjang tahun 2026, lebih kecil dari penurunan global.
>>> Redmi Note 17 Pro Resmi di China: Baterai 9.000 mAh dan Ketahanan Kelas Flagship
Produsen selain Huawei dan Apple kini mengoptimalkan portofolio mereka. Permintaan diperkirakan tetap stabil, namun konsumen diprediksi lebih berhati-hati dalam meningkatkan perangkat.
