unique visitors counter
⌂ Beranda News AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Perang Kembali Bergolak

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Perang Kembali Bergolak

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Perang Kembali Bergolak
Ilustrasi: AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Perang Kembali Bergolak
A A Ukuran Teks16px

Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan terhadap Iran pada Rabu (15/7/2026), setelah memberlakukan kembali blokade laut. Langkah ini menandai kembalinya perang antara kedua negara yang sempat mereda.

Hampir sebulan setelah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang Timur Tengah yang dimulai pada Februari, kedua pihak kembali saling serang.

>>> Majelis Nasional Prancis Sahkan RUU Bantuan Kematian Setelah Perdebatan Panjang

Garda Revolusi Iran mengaku menargetkan Armada Kelima AS di Bahrain.

Militer AS mengatakan telah mencegat serangan terhadap target sipil. Sementara itu, angkatan bersenjata Yordania mengaku telah menembak jatuh tiga misil dari Iran.

Ancaman Trump dan Blokade Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan memperluas serangan pekan depan untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan jika Teheran tidak kembali ke meja perundingan.

in2

"Pekan depan akan sangat buruk bagi mereka," kata Trump kepada Fox News.

Meskipun kembali bermusuhan, perundingan yang dimediasi antara kedua pihak belum secara resmi berakhir.

Inti dari kebangkitan permusuhan adalah sengketa atas Selat Hormuz, jalur air penting bagi aliran minyak dan gas global.

Iran memblokade Hormuz setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran pada 28 Februari.

Iran menggunakan blokade sebagai pengaruh selama berbulan-bulan sebelum sempat membuka kembali, lalu kembali menutupnya hingga AS mengakhiri agresi.

AS kemudian memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan Iran, meskipun Trump membatalkan rencana pungutan 20 persen terhadap kapal yang melintasi selat tersebut.

Serangan dan Dampak di Wilayah

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan meluncurkan "gelombang serangan" untuk menurunkan kemampuan militer Iran yang digunakan menyerang pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Media Iran melaporkan ledakan di dekat Bandar Abbas, Pulau Qeshm, dan Bandar Imam Khomeini.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru
stikibot