Proyek Strategis Nasional (PSN) pengolahan gas alam cair (LNG) Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, akhirnya memasuki babak baru yang krusial.
Setelah mangkrak selama hampir 28 tahun akibat perdebatan skema pengembangan hingga hengkangnya investor global, megaproyek bernilai investasi sekitar US$20–US$25 miliar (setara Rp361–Rp451 triliun) akan resmi memulai konstruksi fisik (groundbreaking) pada Kamis, 16 Juli 2026.
>>> Jadwal Pemadaman Listrik 16 Juli 2026 di Bandung, Banten, dan Medan
Langkah tersebut menandai berakhirnya masa ketidakpastian salah satu aset gas bumi terbesar di Asia yang memiliki cadangan terbukti (proven reserves) mencapai 18,5 triliun kaki kubik (TCF).
Awal Penemuan dan Kontrak Pertama (1998–2000)
Blok Masela pertama kali ditemukan pada akhir 1990-an.
Kontrak bagi hasil (PSC) pertama ditandatangani pada tahun 1998 antara pemerintah Indonesia dan konsorsium yang dipimpin Inpex Corporation.
>>> Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Cek Jadwal dan Siarannya
Namun, sejak awal proyek ini dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk perdebatan mengenai skema pengembangan apakah akan dibangun di darat (onshore) atau di laut (offshore).
Perbedaan pendapat antara pemerintah dan investor menyebabkan proyek mandek selama bertahun-tahun. Beberapa investor global bahkan memutuskan hengkang karena ketidakpastian yang berkepanjangan.
>>> Redmi K100 Pro Bocor Total: Baterai 8.500mAh dan Kamera 200MP Siap Guncang 2026
Kini, setelah hampir tiga dekade, groundbreaking akhirnya dilakukan. Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi ketahanan energi nasional dan perekonomian daerah.

