unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Perkuat UMKM Purna PMI, BRI Hadirkan Pelatihan dan KUR
News

Perkuat UMKM Purna PMI, BRI Hadirkan Pelatihan dan KUR

BRI memberikan pelatihan kepada purna pekerja migran untuk mengembangkan UMKM
Perkuat UMKM Purna PMI, BRI Hadirkan Pelatihan dan KUR
A A Ukuran Teks16px

Perjalanan seorang pekerja migran tidak selalu berakhir ketika masa kerja di luar negeri selesai.

Bagi Rosyidah, kepulangan ke kampung halaman justru menjadi awal langkah baru membangun usaha yang bermanfaat.

Perempuan asal Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu itu pernah bekerja empat tahun di Malaysia.

Setelah kembali, ia memilih memanfaatkan potensi hasil laut yang melimpah di wilayah pesisir.

Rosyidah melihat banyak hasil tangkapan laut dijual dalam bentuk bahan mentah dengan nilai ekonomi terbatas. Hal itu mendorongnya mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tambah.

Ia mendirikan usaha olahan hasil laut dengan merek C'milzea. Usaha itu juga membuka peluang kerja bagi para ibu nelayan di sekitarnya.

"Saya melihat sumber daya alam di sekitar sangat melimpah, tetapi belum memiliki nilai jual.

Dari situ saya memberanikan diri mengolahnya menjadi produk sekaligus membuka peluang kerja untuk ibu-ibu nelayan," ujarnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi bukan hanya soal produksi atau pemasaran, tetapi juga membangun rasa percaya diri sebagai pelaku usaha.

Rosyidah harus belajar mengubah pola pikir agar lebih optimistis.

Keinginan untuk terus berkembang membawanya mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan BRI melalui program BRI Peduli.

Pelatihan itu menjadi titik balik yang memperkuat kemampuan kewirausahaan dan membuka jejaring baru.

"Pelatihan ini sangat membantu saya dalam memperbaiki mindset sebagai pelaku usaha. Selain itu, saya juga mendapatkan jejaring baru yang sangat bermanfaat untuk pengembangan usaha," tuturnya.

Pelatihan dan KUR Dorong Usaha Semakin Berkembang

Selama mengikuti pelatihan, Rosyidah memperoleh materi mengenai pengembangan usaha, mulai dari pengelolaan bisnis hingga inovasi produk bernilai tambah.

Ilmu tersebut diterapkan secara bertahap, salah satunya dengan mengembangkan olahan ikan menjadi kerupuk ikan.

"Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan saya mendapatkan banyak ilmu, terutama dalam mengolah ikan, seperti membuat kerupuk ikan. Ilmu tersebut sangat membantu dalam mengembangkan usaha," kata Rosyidah.

Selain pendampingan, Rosyidah memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai tambahan modal. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, menambah stok produk, dan memenuhi kebutuhan operasional.

"Alhamdulillah, dana KUR yang saya terima benar-benar saya gunakan untuk mengembangkan usaha. Dengan adanya KUR, saya tidak lagi kesulitan saat membutuhkan modal untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Usaha saya semakin berkembang dan penjualan pun meningkat," ungkapnya.

Penjualan C'milzea yang sebelumnya hanya sekitar 50 kemasan kini meningkat menjadi 70 hingga 100 kemasan. Produk yang ditawarkan pun berkembang menjadi tiga varian.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa BRI Peduli sebagai payung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus menjalankan program pemberdayaan bagi purna Pekerja Migran Indonesia.

Program itu dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kewirausahaan, kemampuan menyusun perencanaan bisnis, hingga pendampingan usaha.

Melalui pelatihan, peserta didorong memanfaatkan potensi daerah masing-masing sebagai peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan dan menciptakan lapangan kerja.

Selain materi, peserta juga mendapatkan pendampingan bisnis secara intensif.

"Kisah Rosyidah menjadi bukti bahwa pelatihan yang diberikan BRI Peduli memberikan manfaat nyata bagi purna pekerja membangun dan mengembangkan usaha.

Dengan dukungan mentor berpengalaman, pelatihan dapat membantu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan purna pekerja migran," jelas Dhanny.

Melalui program pemberdayaan tersebut, BRI menegaskan komitmennya mendukung lahirnya wirausaha baru dari kalangan purna pekerja migran.

Dukungan diberikan melalui akses pembiayaan seperti KUR, peningkatan kapasitas, pendampingan, serta penguatan jejaring usaha.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru