Film The Odyssey garapan Christopher Nolan menuai perhatian global. Pendapatan debutnya mencapai lebih dari US$263,7 juta atau Rp4,71 triliun.
Di Yunani, respons publik justru berbeda dengan perdebatan di negara lain. Masyarakat Yunani umumnya memandang adaptasi sebagai bagian dari tradisi panjang penafsiran ulang karya Homer.
Pandangan Pengajar dan Praktisi Teater
Filippos Mantzaris, pengajar The Odyssey di sekolah menengah Yunani, mengatakan setiap rekreasi baru adalah karya seni mandiri. Di kelas, siswa berdiskusi kritis tentang dilema moral Odysseus.
Manos Pintzis, aktor yang memerankan Odysseus dalam produksi teater lokal, menambahkan bahwa adaptasi membantu anak-anak mengenal mitologi tanpa paksaan.
"Ketika anak melihat semua ini terungkap di depan mata, itu menjadi langkah berharga menuju pembelajaran," ujarnya.
Kontroversi Casting dan Respons Pemerintah
Di Amerika Serikat, kontroversi casting Nolan menuai kritik dari tokoh seperti Elon Musk.
Namun, di Yunani, isu rasial tidak mendapat perhatian besar karena publik terbiasa melihat aktor asing memerankan tokoh sejarah.
Partai nasionalis lokal Niki sempat menolak subsidi produksi 6 juta euro. Menteri Kebudayaan Lina Mendoni menegaskan negara tidak boleh mendikte kreator dalam menafsirkan karya.
Profesor Christos Tsagalis dari Universitas Aristotle Thessaloniki menilai penilaian akhir ada di tangan penonton. Menurutnya, mahakarya Homer bertahan karena kemampuannya menjadi warisan budaya universal.