Ketergantungan Asia pada impor bahan bakar fosil berpotensi membuat negara-negara di kawasan ini terus rentan terhadap volatilitas pasokan energi global selama beberapa dekade.
Hal itu disampaikan oleh Vandana Hari, pendiri Vanda Insights yang berbasis di Singapura, dalam acara Bloomberg Sustainable Business Summit di Singapura pada Selasa.
>>> Perusahaan Berebut Talenta AI, Ini 5 Pekerjaan yang Paling Dicari Saat Ini
Menurutnya, sekitar 90% konsumsi energi primer Asia masih bersumber dari minyak, gas, dan batu bara.
Meningkatnya permintaan, ditambah dengan kurangnya penemuan cadangan bahan bakar baru yang signifikan, kemungkinan akan membuat kawasan ini tetap bergantung pada pasokan dari luar negeri.
>>> 5 HP Rp5 Jutaan dengan Nilai Pakai Jangka Panjang, Bukan Sekadar Spek Tinggi
"Ada ketergantungan yang semakin meningkat pada impor, dan hal itu membawa serta ketergantungan—atau kerentanan—terhadap geopolitik," kata Hari.
>>> Fungsi Kartu KKS Merah Putih 2026: Panduan Lengkap untuk KPM
"Saya rasa kita sedang berada dalam ketidakpastian geopolitik, dan saya rasa hal ini akan terus kita hadapi selama beberapa dekade, atau setidaknya beberapa tahun," tambahnya.
