Bayangkan membuka galeri ponsel dan dalam hitungan detik semua foto pakaian Anda berubah menjadi katalog digital lengkap.
Kaus, celana, jaket, sepatu, hingga aksesori tersusun rapi, siap dikombinasikan untuk menciptakan outfit baru setiap hari.
>>> Ugreen Rilis Charger GaN Ultra Tipis 100W, Desain Ringkas dengan Tenaga Cukup untuk Isi Daya Laptop
Hal itu berhasil dilakukan oleh Thijs Simonian, pengembang dengan akun X @cdngdev, menggunakan GPT-5.6 Sol, model AI terbaru dari OpenAI.
Eksperimennya menunjukkan bagaimana AI generatif kini melampaui chatbot dan bertransformasi menjadi asisten gaya pribadi.
Cara Kerja Lemari Pakaian Virtual
Prosesnya dimulai dengan memberikan akses galeri foto ponsel kepada GPT-5.6 Sol. Model AI kemudian memindai seluruh foto untuk mengidentifikasi item pakaian.
AI mengekstrak gambar setiap pakaian dari latar belakang, mengelompokkannya berdasarkan jenis seperti atasan, bawahan, alas kaki, dan aksesori.
Hasilnya disusun dalam antarmuka web-like yang menyerupai aplikasi manajemen lemari.
Lemari digital interaktif ini tidak hanya menampilkan koleksi, tetapi juga memungkinkan pengguna melihat bagaimana pakaian tersebut pernah dipakai di dunia nyata.
Fitur "Outfits" menampilkan foto asli pemakaian.
Fitur Mix-and-Match dengan GPT-Image
Thijs mengintegrasikan GPT-Image, model pembuat gambar OpenAI, untuk mengusulkan kombinasi outfit baru. Cukup pilih satu kaus dan satu celana dari katalog, lalu AI akan menghasilkan visualisasi mockup pemakaian.
>>> Spesifikasi MacBook Neo 2 Bocor: Chip A19 Pro dan RAM Lebih Besar untuk AI
AI juga menyarankan aksesori pendukung serta rekomendasi warna dan gaya yang selaras.
Sistem ini mirip dengan aplikasi premium seperti Aesty, tetapi dibuat secara gratis dan open-source menggunakan alat AI publik.
Inspirasi dari Aesty dan Respons Sam Altman
Thijs terinspirasi oleh Aesty, aplikasi pengelola lemari digital populer. Alih-alih membayar langganan, ia membangun sistem serupa menggunakan GPT-5.6 Sol dan Codex.
Ia membagikan kode lengkap dan panduan teknis di GitHub, memungkinkan siapa saja mereplikasi eksperimennya asal memiliki akses ke model GPT-5.6 Sol dan foto pakaian yang cukup.
Eksperimen ini menarik perhatian Sam Altman, CEO OpenAI.
Dalam balasan di X, ia berkomentar, "Dulu, ide seperti ini mungkin sudah cukup bagus untuk proyek dari sebuah perusahaan rintisan."
Altman bahkan mengadakan kompetisi informal dengan hadiah khusus dari arsip OpenAI bagi pengguna yang membuat proyek paling kreatif dengan GPT-5.6 Sol.
>>> Penari Balet Korea Park Sun-mi Dipromosikan Jadi Principal Dancer ABT
Ajakan ini bisa memicu gelombang inovasi serupa.
