Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menjadi merah pada penutupan Sesi I, Rabu (29/7/2026).
IHSG ditutup di level 6.093, turun 0,6% dibandingkan penutupan sebelumnya. Padahal, indeks sempat menguat pada awal perdagangan.
Total transaksi pada sesi pertama mencapai Rp16,85 triliun, dengan volume 26,88 miliar saham dan frekuensi 1,25 juta kali.
Sektor Properti dan Infrastruktur Menekan IHSG
Saham properti menjadi pemberat utama dengan penurunan 2,61%, diikuti saham infrastruktur turun 1,59%, dan saham perindustrian melemah 1,39%.
Top losers antara lain PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang ambles 14,8%, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) jatuh 14,2%, dan PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) ambruk 13,3%.
Bursa Asia Variatif
Sementara itu, bursa saham Asia bergerak variatif.
Indeks PSEI Filipina memimpin penguatan dengan naik 1,68%, disusul Hang Seng Hong Kong 1,31%, SENSEX India 1,11%, dan Straits Times Singapura 0,83%.
Indeks China juga menguat: Shenzhen Comp.
naik 0,73%, CSI 300 naik 0,58%, Shanghai Composite naik 0,39%, dan KLCI Malaysia naik tipis 0,05%.