Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan dukungannya untuk membantu Jepang menopang nilai mata uangnya.
Ia bahkan membiarkan media melihat catatan di buku catatannya yang berisi daftar tugas, termasuk rencana membeli yen senilai hingga US$10 miliar.
Strategi yang tidak biasa ini menjadi ciri khas Bessent.
Sebelum menjabat sebagai menteri keuangan, ia dikenal sukses di Wall Street dengan meraup US$1 miliar dari spekulasi mata uang saat bekerja untuk George Soros.
Kini, sebagai Menteri Keuangan di bawah Presiden Donald Trump, Bessent kembali menunjukkan keberaniannya dengan meluncurkan rencana penyelamatan berisiko tinggi untuk Argentina.
Kali ini, ia datang membantu sekutu AS lainnya, yaitu Jepang.
Upaya Bersama AS-Jepang
Upaya bersama antara Washington dan Tokyo untuk menopang nilai yen ini merupakan yang pertama dalam hampir tiga dekade.
Selain manuver buku catatan tersebut, Bessent juga memanfaatkan berbagai alat yang mengejutkan beberapa pengamat Departemen Keuangan.
Ia mengerahkan cadangan euro AS dan mempromosikan fasilitas Federal Reserve yang dapat digunakan Jepang.