"Kami sangat menyesal atas kejadian ini. Kami mengakui kelalaian ini dan bertanggung jawab penuh. Kami memohon maaf kepada para siswa dan orang tua yang terdampak," tambahnya.
Langkah-Langkah untuk Mengatasi Masalah
Sebagai langkah penanggulangan, Endang menjelaskan bahwa pihak sekolah akan terus berupaya membantu siswa-siswa yang masih memenuhi syarat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Salah satu langkah konkret yang sudah disepakati adalah memberikan bimbingan belajar secara gratis kepada siswa yang eligible, yang akan berlangsung selama tiga bulan. Bimbingan ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
"Untuk siswa yang masih memenuhi syarat, kami akan membiayai mereka untuk mengikuti program bimbingan belajar GO selama tiga bulan. Kami juga akan melakukan kunjungan ke admin pusat untuk mencari solusi lebih lanjut," terang Endang.
Tanggapan dari Pihak Sekolah dan Waka Kurikulum
Febrini, Waka Kurikulum SMAN 1 Mempawah, juga menyampaikan permohonan maaf kepada siswa-siswi yang terdampak atas insiden ini. Febrini menegaskan bahwa pihaknya akan terus memfasilitasi siswa yang ingin mengikuti program bimbingan belajar guna mempersiapkan ujian SNBT agar mereka bisa tetap melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Reaksi Netizen: Beragam Komentar Muncul
Berita mengenai insiden ini langsung mendapat perhatian luas di media sosial. Di Twitter, Instagram, dan TikTok, banyak netizen yang memberikan tanggapan beragam. Sebagian besar memberikan dukungan dan semangat kepada para siswa yang terdampak.
"Serasa sia-sia sekolah kalau emang tujuan utamanya ingin kuliah melalui SNBP, tapi jangan putus semangat, adik-adik. Kuliah di jurusan lain masih bisa kalian ikuti, dan kuliah di universitas swasta juga insyaAllah bisa," tulis salah satu netizen yang mencoba memberikan motivasi kepada siswa-siswi SMAN 1 Mempawah.