Kenaikan harga komponen smartphone, termasuk RAM dan storage, menjadi tantangan bagi produsen. Namun, Xiaomi mengklaim hal itu tidak mengurangi nilai yang ditawarkan kepada konsumen, terutama di segmen entry-level.
Head of PR Xiaomi Indonesia, Abee Hakiim, mengatakan harga smartphone tidak ditentukan hanya oleh satu komponen.
>>> Ugreen Rilis Docking Charger Qi2 25W dengan Layar dan Pendingin Aktif
Perusahaan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari hardware, kebutuhan konsumen, kondisi pasar, hingga dukungan software.
"Bukan cuma dari storage-nya saja yang lagi mahal, tapi juga tahap lain.
Kita selalu melihat, selalu monitor apakah value yang kita terapkan itu sesuai dengan mereka," ujar Abee dalam peluncuran Redmi 17 di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Xiaomi tetap membawa prinsip "innovation for everyone". Spesifikasi dan fitur yang ditawarkan harus tetap bisa dinikmati masyarakat luas.
HP Entry-Level Tak Lagi Sekadar Murah
Indonesia menjadi salah satu pasar penting untuk smartphone entry-level karena jumlah penggunanya masih besar. Namun, kebutuhan konsumen di segmen ini ikut berubah.
Pengguna kini tidak hanya mencari perangkat dengan harga terjangkau, tetapi juga menginginkan baterai besar, dukungan software panjang, kamera yang mumpuni, dan pengalaman penggunaan yang lebih baik.
Xiaomi mencoba menjawab kebutuhan tersebut melalui sejumlah perangkat Redmi. Salah satu contohnya adalah Redmi 17 yang membawa baterai berkapasitas 7.500 mAh.
>>> One UI 9.5 Dikabarkan Punya Fitur Widget Kustom Berbasis AI
Kapasitas tersebut bahkan melampaui baterai sejumlah smartphone di kelas yang lebih tinggi. "Walaupun dilihat dari kelasnya entry-level, tetap kita berikan pengalaman flagship.
Dari sisi baterainya 7.500 mAh, di flagship pun juga ada yang lebih di bawah," kata Abee.
Tidak hanya hardware, Xiaomi juga memberikan dukungan software yang relatif panjang. Perangkat Redmi 17 mendapat empat kali pembaruan OS dan enam tahun pembaruan keamanan.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa persaingan smartphone entry-level mulai bergeser. Harga tetap penting, tetapi usia pakai dan pengalaman penggunaan juga menjadi bagian dari value yang ditawarkan.
Baterai Besar Jadi Kebutuhan Pengguna Aktif
Menurut Abee, kebutuhan terhadap baterai berkapasitas besar banyak datang dari pengguna muda yang memiliki aktivitas digital tinggi.
Smartphone kini digunakan untuk membuat konten, menonton video, bersosialisasi, bermain game, hingga menjalankan berbagai pekerjaan.
Aktivitas tersebut membuat daya tahan baterai menjadi salah satu pertimbangan penting. "Baterai besar ini diinginkan atau permintaannya dari kalangan muda yang produktif.
>>> AirPods Berkamera Apple Dilaporkan Tetap Meluncur 2027 Meski Video Demo Bocor
Mereka membutuhkan untuk membuat konten dan sebagainya. Dan itu membutuhkan baterai besar," ujarnya.
