unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Band Metal Demon Hunter Tuntut Netflix atas Film KPop Demon Hunters
Hiburan

Band Metal Demon Hunter Tuntut Netflix atas Film KPop Demon Hunters

Ilustrasi gugatan Netflix oleh band metal Demon Hunter
Band Metal Demon Hunter Tuntut Netflix atas Film KPop Demon Hunters
A A Ukuran Teks16px

Band metal asal Amerika Serikat, Demon Hunter, resmi menggugat Netflix dan AEG Presents atas dugaan pelanggaran merek dagang.

Gugatan ini terkait film animasi populer berjudul KPop Demon Hunters.

Perusahaan yang menaungi band tersebut, Hyde Lane, mengajukan gugatan pada 18 Agustus 2026. Mereka menuding kedua perusahaan itu menyebabkan kebingungan di kalangan konsumen.

AEG Presents adalah promotor konser di balik tur global yang terinspirasi dari musik KPop Demon Hunters. Tur tersebut rencananya akan digelar pada 2027.

Kronologi Gugatan Demon Hunter

Demon Hunter adalah band heavy metal yang dibentuk di Seattle pada 2000 oleh kakak-beradik Don dan Ryan Clark.

Mereka dikenal memadukan metalcore agresif dengan vokal melodius dan tema spiritual.

Band ini telah mendaftarkan merek dagang "Demon Hunter" untuk layanan hiburan langsung pada 2014. Mereka juga mengajukan perlindungan merek untuk rekaman musik dan merchandise pada 2022.

Pihak band mengungkapkan kekacauan mulai terjadi setelah pengumuman tur konser KPop Demon Hunters dirilis.

Mereka bahkan menerima permintaan refund dari orang tua yang salah membeli tiket konser band mereka.

Selain itu, Demon Hunter juga dihubungi produser acara Inside Edition yang ingin mewawancarai penulis lagu film garapan Netflix tersebut.

Hal ini semakin memperkuat dugaan kebingungan di masyarakat.

Merasa tindakan para tergugat memicu krisis eksistensial bagi karier mereka, band yang berencana menggelar tur AS pada Oktober mendatang ini memilih jalur hukum.

Mereka meminta hakim melarang penggunaan nama KPop Demon Hunters dalam produk musik, merchandise, dan promosi konser.

Demon Hunter juga menuntut ganti rugi finansial yang besarnya akan ditentukan di persidangan.

Sementara itu, Netflix menegaskan klaim tersebut tidak beralasan dan siap membela diri secara agresif di pengadilan.

Pengacara Demon Hunter, John Tehranian dari firma One LLP, menolak memberikan keterangan lebih lanjut terkait gugatan yang berjalan.

KPop Demon Hunters sendiri merupakan film animasi yang tayang perdana di Netflix pada Juni 2025.

Film ini menjadi fenomena global dan sukses besar, bahkan memecahkan rekor sebagai film paling banyak ditonton dalam sejarah Netflix.

Animasi ini juga memenangkan dua Oscar untuk kategori Best Animated Feature dan Best Song.

Kesuksesan tersebut mendorong Netflix menggandeng AEG pada Mei lalu untuk menggarap proyek tur konser bertema film. Kini, gugatan dari band metal asal Seattle itu pun menjadi sorotan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru