Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, pada Senin mengumumkan rencana untuk melakukan "pencekikan ekonomi" terhadap Iran.
Langkah ini memperluas ancaman sanksi sekunder Washington dan memberikan peringatan keras bagi negara-negara yang menolak bergabung dalam kampanye tekanan tersebut.
>>> Rekening Supriyono alias Mas Botok Diblokir Bank Mandiri, Ini Penjelasannya
Pernyataan Bessent disampaikan hampir enam bulan setelah perang terhadap Teheran yang berjalan alot, dengan perundingan damai yang macet dan Iran menghalangi sebagian besar lalu lintas di Selat Hormuz.
"Di seluruh dunia, tujuan kami adalah memutus setiap jalur ekonomi yang menopang rezim tiran ini sampai Teheran berdiri sendiri," kata Bessent dalam konferensi pers.
Ia menambahkan bahwa negara-negara yang tidak bergabung dengan sanksi AS akan "berbagi isolasi" dengan Iran.
Bessent juga menyebut Presiden Trump sedang melakukan panggilan telepon kepada para pemimpin dunia untuk meminta mereka menghentikan interaksi dengan Teheran.
Departemen Keuangan AS pada Senin mengumumkan telah mengeluarkan ketetapan terhadap lima sektor penting yang digunakan rezim Iran untuk menopang ekonominya yang melemah.
>>> Saham Bank Mandiri Melemah 0,71 Persen saat Polemik Rekening Donasi Mengemuka
Kelima sektor tersebut meliputi aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan perkapalan.
Bessent menegaskan bahwa entitas mana pun yang memfasilitasi pencucian uang atas nama Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS.
Ketika ditanya apakah bank-bank China yang berurusan dengan Iran dapat menjadi sasaran, Bessent menjawab, "tidak ada yang berada di luar jangkauan sanksi AS."
Sebelumnya, dalam kolomnya di Financial Times, Bessent menyatakan bahwa "Hari D ekonomi" telah dimulai terhadap Teheran.
>>> Trump Akan Gandakan Tarif Mobil Kanada Mulai 2027, Perang Dagang Memanas
AS dan Israel memicu perang Timur Tengah dengan gelombang besar pemboman terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan Iran di seluruh kawasan.