Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pandeglang resmi menutup total jalur pendakian menuju Sumur Tujuh Gunung Karang via Desa Sukarena, Kecamatan Ciomas.
Penutupan berlaku sejak 11 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
>>> Pangeran Harry dan Meghan Kembali ke Inggris untuk Awal Baru
Langkah ini merupakan respons atas desakan masyarakat lokal yang khawatir terhadap kerusakan ekosistem dan penumpukan sampah di kawasan hutan.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi Perhutani KPH Pandeglang Nomor 0012/058.1/PADG-BTN/2026 tentang Penutupan Jalur Pendakian via Sukarena.
Surat ditujukan langsung kepada pengelola Base Camp Sukarena.
Asisten Perhutani (Asper) KPH Pandeglang, Asep Sanjaya, mengonfirmasi bahwa penutupan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi warga.
"Betul, ditutup atas desakan masyarakat.
>>> Longsoran Gletser Diduga Picu Banjir Bandang Mematikan di Nepal
Alasannya karena ada kerusakan ekosistem di kawasan hutan dan aspirasi itu dituangkan dalam berita acara musyawarah," ujar Asep, Rabu, 26 Agustus 2026.
Asep menjelaskan, persoalan sampah dan potensi kerusakan lingkungan menjadi poin utama keluhan warga dalam musyawarah wisata alam pada 23 Juli 2026.
Selain masalah kelestarian, Perhutani mengungkap bahwa Base Camp Sukarena belum memiliki kerja sama resmi dengan Perhutani terkait tata kelola kawasan wisata hutan.
Dukungan Warga dan Netizen
Penutupan jalur pendakian ini mendapat dukungan luas di media sosial.
Warga Desa Sukarena secara terbuka mendeklarasikan dukungan penutupan sebagai bentuk aksi menjaga benteng alam Gunung Karang.
>>> Demo DPR 27 Agustus: Polda Metro Jaya Siapkan Pengalihan Arus
Saat ini, seluruh akses pendakian dari Base Camp Sukarena menuju puncak Sumur Tujuh telah diblokir total.
