unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Banjir Bandang Nepal-China: 1.400 Orang Hilang, Warga 30 Negara Terdampak
News

Banjir Bandang Nepal-China: 1.400 Orang Hilang, Warga 30 Negara Terdampak

Banjir bandang di Nepal
Banjir Bandang Nepal-China: 1.400 Orang Hilang, Warga 30 Negara Terdampak
A A Ukuran Teks16px

Banjir bandang dahsyat yang melanda kawasan perbatasan China dan Nepal telah menewaskan sedikitnya 359 orang dan menyebabkan lebih dari 1.400 orang hilang hingga Kamis.

Banyak korban merupakan warga asing yang sedang berada di kawasan itu untuk trekking, tur berpemandu, atau ziarah ke situs suci Hindu.

Jumlah korban hilang dari bencana Rabu lalu bisa berbeda-beda di setiap lembaga karena perbedaan metode pengumpulan data, waktu pelaporan, dan verifikasi.

Selain itu, koordinasi antara pihak yang mengumpulkan data dan tim penyelamat di lapangan juga masih belum optimal.

Dampak di Nepal

Otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan jumlah korban tewas mencapai 359 orang, dengan 910 orang masih hilang, termasuk 517 warga asing.

Sebanyak 50 warga asing telah berhasil dievakuasi melalui udara.

Laporan lokal mengutip Pusat Operasi Darurat Nasional yang menyebutkan bahwa yang hilang mencakup 113 turis Nepal, 85 personel keamanan dari tentara dan polisi, serta 161 warga Distrik Rasuwa dan satu dari Distrik Nuwakot.

Dampak di China dan Negara Lain

Media pemerintah China melaporkan sedikitnya tiga orang tewas dan 558 orang hilang di Kabupaten Gyirong, Tibet.

CCTV, penyiar negara China, melaporkan bahwa 260 dari 558 orang hilang tersebut adalah warga asing.

Kementerian Luar Negeri China juga menyebutkan hampir 100 warga China hilang di sisi Nepal.

Kementerian Luar Negeri India melaporkan 288 warga India belum bisa dihubungi, termasuk 73 orang yang bekerja di proyek pembangkit listrik.

Otoritas Nepal menyebut banyak turis India sedang berziarah ke Gunung Kailash di Tibet, situs suci bagi umat Hindu.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat melaporkan 90 warga AS hilang di China dan Nepal, dan tiga di antaranya telah diselamatkan.

Malaysia melaporkan 51 warga hilang, Ukraina 55 orang, Australia 39 orang, Inggris 33 orang, Kanada 25 orang, dan Korea Selatan sembilan orang yang bekerja di proyek pembangkit listrik tenaga air di Nepal.

Singapura, Jerman, dan Rusia masing-masing melaporkan delapan warga hilang, sementara Afrika Selatan dan Latvia masing-masing enam orang.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan kekhawatiran atas lima warga Jepang yang dilaporkan hilang oleh media lokal.

Selandia Baru melaporkan lima warga hilang, Prancis empat orang, Belgia dan Spanyol masing-masing tiga orang.

Dewan pariwisata Nepal juga mencatat dua warga masing-masing dari Italia, Kazakhstan, Portugal, Irlandia, dan Belanda hilang.

Selain itu, satu orang dari Belarus, Finlandia, Hungaria, Israel, Lituania, Filipina, Bulgaria, Swiss, Serbia, dan Swedia juga dilaporkan hilang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru