unique visitors counter
⌂ Beranda › Ragam › Profil Biodata Mbah Benu Alias Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo, Punya Jemaah di Inggris, Malaysia hingga India, Viral Hari Raya pada 5 April 2024
Ragam

Profil Biodata Mbah Benu Alias Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo, Punya Jemaah di Inggris, Malaysia hingga India, Viral Hari Raya pada 5 April 2024

Profil Biodata Mbah Benu Alias Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo, Punya Jemaah di Inggris, Malaysia hingga India, Viral Hari Raya pada 5 April 2024
Profil Biodata  Mbah Benu Alias Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo, Punya Jemaah di Inggris, Malaysia hingga India, Viral Hari Raya pada 5 April 2024
A A Ukuran Teks16px

Profil Biodata  Mbah Benu Alias Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo, Punya Jemaah di Inggris, Malaysia hingga India, Viral Hari Raya pada 5 April 2024

Siapa Mbah Benu Alias Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo yang Sebenarnya? Ngaku Kontak Batin hingga Telepon Allah Sebelum Rayakan Idul Fitri pada 5 April

Pada tanggal 5 April 2024, Jemaah Aolia Gunungkidul Yogyakarta menggelar Salat Idul Fitri, yang menjadi sorotan di berbagai kalangan karena pengejawantahan pelaksanaannya yang dilakukan lebih awal dari kebiasaan yang lazim terjadi.

Langkah untuk menyelenggarakan Salat Idul Fitri pada waktu yang lebih dini ini memunculkan perhatian terutama setelah pernyataan yang dikeluarkan oleh pemimpin jemaah tersebut, yang akrab disapa dengan sebutan Mbah Benu.

Ia mengklaim telah berkomunikasi langsung dengan Tuhan untuk memastikan penentuan hari Idul Fitri pada tanggal tersebut.

Pernyataan tersebut, khususnya dari sosok Mbah Benu alias Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranolo, mendapat perhatian yang signifikan dari masyarakat umum.

Salat Idul Fitri yang diadakan oleh jemaah Aolia dilangsungkan di Masjid Aolia, Kapanewon Panggang, Gunungkidul. Dalam acara tersebut, Mbah Benu bertindak sebagai imam dan khatib.

lanjutan,

Mbah Benu mengungkapkan dalam sebuah video yang viral di platform media sosial bahwa Salat Idul Fitri yang mereka laksanakan tidak didasarkan pada perhitungan atau hisab, melainkan atas "telepon langsung kepada Allah Ta'ala."

"Ndak pakai perhitungan, saya telpon langsung kepada Allah Ta'ala. Ya Allah kemaren tanggal 4, ini sudah 29, satu syawalnya kapan," katanya.

Sementara itu, lebih lanjut, baru-baru ini Mbah Benu mengungkapkan arti dari kalimat telepon langsung pada Allah merupakan istilah dari perjalanan spiritual melakukan kontak batin dengan Allah.

Klarifikasi atas pernyataan tersebut kemudian diberikan oleh Mbah Benu, menyatakan bahwa istilah "menelepon Allah" adalah sebuah ungkapan, tanpa bermaksud meremehkan proses hisab yang umumnya digunakan oleh masyarakat dalam menentukan hari Idul Fitri.

"Sebenarnya hanya istilah dan itu perjalanan spritual saya. Kontak batin dengan Allah. Apabila pernyataan saya menyinggung saya meminta maaf ke semua pihak," ujarnya.

Keputusan jemaah Aolia untuk melaksanakan Salat Idul Fitri lebih awal, lima hari sebelum tanggal yang diumumkan oleh pemerintah, menunjukkan perbedaan dalam penentuan hari raya antara kelompok ini dengan otoritas resmi.

lanjutan,

Sementara pemerintah dan organisasi keagamaan besar seperti NU dan Muhammadiyah masih menjalankan puasa Ramadan hingga saat itu, jemaah Aolia telah memilih untuk mengakhiri puasa dan merayakan Idul Fitri lebih awal.

Mbah Benu, sebagai pimpinan jemaah Aolia, memiliki pengikut yang tersebar luas, tidak hanya di daerah sekitar Gunungkidul, tetapi juga di wilayah Kalimantan, Papua, Malaysia, India, hingga Inggris, menunjukkan pengaruh dan jangkauan dari keputusan yang diambil oleh jemaah tersebut.***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru