Profil Tampang Heryati Istri Askolani Jasi Bupati Kabupaten Banyuasih yang Diduga Melakukan Praktek Dinasti Keluarga, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun IG. Siapa Istri Askolani Jasi? Bupati Kabupaten Banyuasih yang Tuai Pro dan Kontra Usai Penunjukan Sang Putri Nabila Askolani Sebagai Ketua TP PKK Banyuasin. Penunjukan Nabila Askolani Sebagai Ketua TP PKK Banyuasin Picu Kontroversi, Dinasti Politik?
Penunjukan Nabila Askolani sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Banyuasin memicu perdebatan di tengah masyarakat. Keputusan ini dianggap tidak lazim karena Nabila adalah putri kandung dari Bupati Banyuasin, Askolani.
Secara umum, posisi Ketua TP PKK biasanya dipegang oleh istri kepala daerah, baik bupati maupun wali kota. Namun, di Banyuasin terjadi pengecualian, di mana Askolani justru menunjuk anaknya sendiri untuk menduduki jabatan tersebut. Jika resmi dilantik, Nabila akan tercatat sebagai Ketua TP PKK termuda di Indonesia.
Penunjukan ini didasarkan pada kondisi bahwa Askolani saat ini tidak memiliki istri yang dapat menjabat posisi tersebut, sementara Wakil Bupati Banyuasin adalah seorang perempuan yang sudah memiliki peran tersendiri dalam pemerintahan daerah.
Namun, keputusan ini menuai berbagai kritik dari publik. Banyak pihak menilai bahwa tindakan ini mencerminkan praktik dinasti politik di Banyuasin. Tidak sedikit pula yang menganggap bahwa sang bupati memberikan hak istimewa kepada anaknya sendiri tanpa mempertimbangkan mekanisme yang lebih objektif.
Gelombang kritik ini ramai dibahas di media sosial, terutama dalam unggahan akun Instagram @banyuasinterkini. Sejumlah warganet menyampaikan protes keras terhadap kebijakan tersebut.
"Tak punya malu, istri Wabup kan ada, jadikan saja Plt Ketua TP PKK. Ini keterlaluan, terlalu rakus," tulis akun @tiuh****.
Akun lain juga menyoroti dugaan nepotisme dalam keputusan ini. "The real menikmati privilege orang tua," tulis @richniaaaa.
Tak hanya itu, beberapa warganet bahkan menyinggung praktik dinasti politik yang dinilai semakin kuat di Banyuasin. "Dinasti keluarga, makin terlihat. Banyuasin dari dulu begini terus, sulit untuk maju," ujar akun @aini_***.
Sementara itu, beberapa netizen juga menyindir kebijakan pemerintahan Banyuasin yang dinilai kurang memperhatikan pembangunan infrastruktur. "Masyaallah, sehat selalu untuk sekeluarga Pak Askolani. Dari kami yang tiap hari cemas menjaga keseimbangan motor agar tidak terjatuh di jalan yang semakin rusak," sindir akun @whychannnn.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Banyuasin terkait kritik publik ini. Namun, isu ini terus menjadi sorotan, memicu diskusi luas tentang transparansi dan etika dalam pengelolaan pemerintahan daerah.***