430 Miliar Dibuat Membabat Hutan dengan Luas 228 Hektare Buat Dijadikan Bandara, Sayang Banget Kini Mangkrak!
Pembangunan Infrastruktur Bandara Kabupaten Paser, Kalimantan Timur: Antara Mimpi dan Kenyataan
Pembangunan infrastruktur di wilayah Kalimantan Timur, khususnya dalam lingkup Kawasan Strategis Nasional (IKN), menjadi fokus utama pemerintah.
Namun, tidak hanya di IKN, pembangunan juga mulai merambah ke wilayah-wilayah penyanggah IKN di Kalimantan Timur.
Salah satunya adalah proyek pembangunan bandara yang telah direncanakan sejak beberapa tahun terakhir di Kabupaten Paser.
Lokasi pembangunan bandara ini berada di Kecamatan Tanah Grogot, Desa Rantau Panjang, Kabupaten Paser.
Keberadaan bandara ini dianggap strategis mengingat Kabupaten Paser berada di titik paling selatan Kalimantan Timur.
Bandara ini diharapkan dapat menjadi pendorong ekonomi dan alternatif transportasi bagi masyarakat.
Rencananya, bandara ini akan berdiri di atas lahan seluas 228 hektar dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Namun, realitanya, proyek pembangunan bandara di wilayah penyanggah IKN ini mengalami kemacetan.
Meskipun sebelumnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang telah menghabiskan dana sebesar 430 miliar, pembangunan terhenti karena keterbatasan dana.
Saat ini, terdapat beberapa bangunan yang telah dibangun di area bandara, termasuk bangunan berukuran cukup besar dengan kerangka atap berbentuk piramida terbalik.
Namun, pembangunan terpaksa dihentikan dan Pemerintah Kabupaten Paser harus mencari solusi untuk melanjutkan proyek tersebut.
Dalam upaya untuk mengatasi kendala ini, Pemerintah Kabupaten Paser telah menunjukkan komitmennya dengan melakukan studi bersama Kementerian Perhubungan.
Studi ini diharapkan dapat menentukan skema pembiayaan yang memungkinkan kelanjutan pembangunan proyek bandara tersebut.
Terletak di wilayah penyanggah IKN, posisi bandara Kabupaten Paser dianggap strategis dan menarik minat investor, sehingga skema pembiayaan yang direncanakan adalah Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Di sisi lain, Pemerintah Pusat juga tengah berusaha menggenjot pembangunan infrastruktur bandara di IKN dengan alokasi dana triliunan.
Semoga dengan upaya yang dilakukan, pembangunan bandara di Kabupaten Paser yang sempat terhenti dapat segera dilanjutkan.
Karena sangat disayangkan jika proyek yang telah menghabiskan anggaran ratusan miliar tersebut terpaksa terhenti begitu saja.
Demikianlah informasi terkait pembangunan bandara di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang masih mengalami kemacetan namun sedang berusaha untuk dilanjutkan.
Diharapkan pembangunan ini dapat segera berjalan lancar demi kemajuan wilayah dan perekonomian masyarakat setempat.***