Western Sydney International Airport (WSI) resmi melayani penerbangan mulai 25 Oktober 2026. Bandara baru di Badgerys Creek itu langsung memunculkan kebingungan di kalangan penumpang.
Sebagian wisatawan tidak menyadari bahwa mereka mendarat di lokasi yang berbeda dari Sydney Airport yang selama ini dikenal.
Penerbangan Jetstar JQ362 menuju Gold Coast menjadi salah satu penerbangan domestik pertama dari WSI pada Minggu (25/10/2026).
Sehari kemudian, penerbangan Air New Zealand dari Auckland menjadi penerbangan internasional pertama yang mendarat di bandara tersebut.
Kebingungan Penumpang di Bandara Baru Sydney
Julie Lundmark, wisatawan asal Swedia, baru menyadari lokasi pendaratan pesawat Jetstar JQ373 setelah melihat kondisi di luar jendela.
Ia lalu memeriksa peta bersama temannya.
Julie mengaku sudah melihat nama bandara pada boarding pass. Namun, ia tidak memahami bahwa Western Sydney merupakan bandara berbeda dari Sydney Airport.
Pencarian melalui Google dengan kata kunci berbahasa Inggris yang merujuk pada bandara barat justru mengarahkannya ke bandara lama.
"Kami mendarat di sini dan melihat ke luar jendela, tetapi sama sekali tidak tahu kami berada di mana.
Kami melihat peta dan ternyata kami sedikit tersesat," ujar Julie, dikutip dari ABC.
Ia menjelaskan bahwa pencarian daring tidak membantu memastikan lokasi bandara yang tercantum pada tiketnya.
"Lucunya, kami mencari karena tidak mengenali nama 'bandara barat' di boarding pass. Kami mencarinya di Google, tetapi malah diarahkan ke Bandara Sydney yang biasa," kata Julie.
Persoalan itu berdampak langsung pada perjalanan pulangnya karena mobil Julie diparkir di bandara lama. Ia harus mencari cara mencapai lokasi parkir setelah tiba di WSI.
"Kami terjebak di Western Sydney," kata Julie.
Akses transportasi umum menuju WSI juga belum sepenuhnya tersedia.
Layanan kereta Metro dari St Marys menuju bandara belum beroperasi, sehingga penumpang masih mengandalkan bus dan layanan antar-jemput gratis.
Julie memperkirakan perjalanan dari WSI menuju Sydney Airport dapat memakan waktu sekitar dua jam. Ia juga menceritakan upayanya mencari bantuan untuk kembali ke kota.
"Kami sudah melakukan beberapa panggilan panik ke kota dan berharap seseorang bisa menjemput kami. Periksa lagi tiket kalian, semuanya," kata Julie.
Kebingungan serupa dialami seorang penumpang penerbangan Air New Zealand NZ165 dari Auckland.
Penumpang tersebut sempat mengira Western Sydney berada di Australia Barat dan menganggap Perth sebagai tujuan yang seharusnya didatangi.
"Saya kira itu Australia Barat, dan saya seharusnya berada di Perth. Tapi lihat, ternyata masih cukup menyenangkan, jadi kami akan menjalaninya saja," kata penumpang tersebut.
WSI dibangun dengan investasi sekitar 5,6 miliar dolar Australia dan dirancang beroperasi selama 24 jam tanpa pembatasan penerbangan malam.
Bandara yang terletak di Sydney bagian barat itu juga dipersiapkan untuk melayani lebih banyak rute internasional.
Sejumlah maskapai telah mendaftarkan penerbangan dari WSI.
Setelah layanan awal beroperasi, rute internasional yang direncanakan mencakup penerbangan menuju Singapura, Nadi, Ho Chi Minh City, dan Doha.