Episode 2: Kota dalam Kekacauan
- White Tiger Muncul: Hector Ayala, alias White Tiger, mencoba menghentikan dua pria yang memukuli korban di jalan. Namun, salah satu pria tersebut ternyata polisi rahasia yang secara tidak sengaja jatuh ke rel kereta saat berkelahi dengan Hector.
- Matt Menjadi Pengacara Hector: Matt memutuskan untuk membela Hector dan menemukan bahwa ia adalah White Tiger. Matt berusaha menekan informasi ini agar tidak terungkap di pengadilan.
- Fisk Memperkuat Kekuasaan: Fisk terpilih sebagai walikota dan mulai melaksanakan rencananya untuk membersihkan kota dari para vigilante seperti Daredevil.
- Misteri Baru: Di acara penandatanganan buku Heather Glenn (pacar baru Matt), seorang pria misterius mendekati Heather, mengisyaratkan peran penting di masa depan.
- Tato Punisher: Saat Matt menghadapi polisi korup, ia menemukan salah satu dari mereka memiliki tato Punisher, yang kemungkinan besar akan memunculkan Jon Bernthal sebagai Frank Castle.
Tema Utama dan Perkembangan Cerita
Kematian Foggy Nelson dan Dampaknya
- Alasan Bullseye Membunuh Foggy: Dalam serial Netflix sebelumnya, Fisk berjanji untuk tidak menyentuh Foggy atau Karen selama Matt tidak menyerahkan Vanessa kepada polisi. Namun, Bullseye tidak terikat oleh janji itu. Meskipun ia lebih membenci Karen, target utamanya adalah Foggy.
- Hubungan Matt dan Karen Retak: Setelah kematian Foggy, Matt menutup diri secara emosional, meninggalkan Karen sendirian saat ia paling membutuhkan dukungan. Akibatnya, Karen pindah ke San Francisco dan memutus semua komunikasi dengan Matt.
Transformasi Matt Murdock
- Dari Vigilante ke Pengacara Sukses: Matt memutuskan untuk meninggalkan identitas Daredevil setelah kematian Foggy. Ia mendirikan firma hukum baru bernama Murdock & McDuffie bersama Kirsten McDuffie.
- Beberapa Luka Tidak Pernah Sembuh: Meskipun sukses secara profesional, Matt masih diliputi rasa bersalah dan kesedihan. Ia menegaskan kepada Karen bahwa ia tidak akan kembali menjadi Daredevil, meskipun tingkat kejahatan di kota meningkat drastis.