Pelaku Plagiat Safrina Putri Indira Minta Maaf, Netizen Sayangkan Putri Zahra Justru Disuruh Klarifikasi, 1 Fakultas Sudutkan Korban?
Belakangan ini, sebuah cuitan yang diposting oleh seorang mahasiswi dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Putri Zahra, menjadi viral di platform X usai dirinya membeberkan kasus plagiasi yang dilakukan seseorang pada tugasnya.
Dalam cuitannya tersebut, Putri Zahra menyatakan bahwa tugas yang ia buat telah diplagiat oleh temannya, Safrina Putri Indira.
Kejadian ini bermula ketika Safrina Putri Indira diduga melakukan tindakan plagiat terhadap karya tulis yang sebelumnya telah dibuat oleh Putri Zahra.
Tindakan ini membuat Putri Zahra merasa tidak terima dan kemudian mengungkapkannya melalui media sosial, yang kemudian menarik perhatian netizen.
Dampak dari cuitan tersebut membuat perbincangan di media sosial semakin ramai. Safrina Putri Indira pun merespons dengan membuat klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka kepada Putri Zahra atas perbuatannya.
Lanjutan,
Klarifikasi tersebut terlihat dalam sebuah video yang diunggah oleh akun @pakai_ai di platform X, di mana Safrina Putri Indira mengakui kesalahannya dan memohon maaf kepada Putri Zahra atas tindakan curangnya.
Namun tak berhenti disitu, warganet yang menyimak permintaan maaf pelaku plagiat tersebut justru merasa geram usai Putri membeberkan kondisinya yang tengah di sudutkan oleh sejumlah orang, padahal ia merupakan korban.
Putri yang membongkar hal tersebut di Twitter sontak mendapat dukungan penuh warganet dan mengkritik perilaku Safrina dan termasuk mengkritik pihak kampus UNAIR dan juga mahasiswi fakultas manajemen yang telah menyudutkan korban sesuai dengan curhatannya yang viral di medsos.
Namun, baru-baru ini, Putri Zahra, sebagai pihak yang dirugikan, menerima permohonan maaf tersebut dan juga menyampaikan permintaan maafnya terkait viralnya cuitannya.
Meskipun begitu, netizen menyayangkan hal tersebut lantaran korban disuruh untuk melakukan permintaan maaf dan klarifikasi.
Seperti yang diketahui, plagiat merupakan perilaku yang tidak bermoral yang menjadi hal haram dilakukan di ranah pendidikan, sehingga tak ada netizen yang membenarkan perilaku plagiat karya milik orang lain.
Kedua mahasiswi tersebut merupakan bagian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR.
Melalui rilis pers yang dikeluarkan oleh kampus, ditegaskan bahwa setiap mahasiswa yang terbukti melakukan kecurangan akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.***