Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Prof. Telisa Aulia Falianty menilai kemudahan perizinan dan kepastian regulasi menjadi kunci untuk mendorong investasi di Indonesia.
Menurutnya, target investasi 2026 sebesar Rp2.041 triliun optimistis dapat tercapai jika pemerintah mampu mengatasi tantangan global dan bekerja lebih keras.
Reformasi Perizinan dan Tata Kelola
Telisa menekankan pentingnya reformasi perizinan, pengurangan praktik rent-seeking, serta penguatan tata kelola investasi.
Langkah-langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya tarik Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Ia juga mendorong penguatan Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking dengan sinergi antarkementerian dan lembaga.
Peningkatan kualitas pelayanan publik di pusat dan daerah juga perlu dilakukan agar lebih proinvestasi.
Tantangan Geopolitik dan Kebijakan Global
Menurut Telisa, situasi geopolitik global dan perubahan arah kebijakan ekonomi dunia menyebabkan investor bersikap wait and see.
"Kalau perang masih terus berlanjut dan kemudian ada perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat sendiri, di bank sentralnya, yang kemungkinan itu The Fed sendiri itu belum jelas arahnya kemana, ketidakpastian akan semakin meningkat," katanya.
Oleh karena itu, kepastian aturan menjadi faktor penting untuk mengurangi kekhawatiran investor.
Kekuatan Pasar Domestik
Di sisi lain, Indonesia memiliki kekuatan besar dari pasar domestik dan pertumbuhan ekonomi yang solid.
Telisa menilai investor akan semakin tertarik jika pertumbuhan ekonomi dirasakan merata hingga ke daerah dan didukung daya beli masyarakat yang kuat.
"Bagaimana meyakinkan kepada para investor bahwa market kita itu tidak semu dengan pertumbuhan kemarin, bahwa market-nya itu betul-betul berdaya beli.
Itu pasti investasi akan datang kalau ada kepercayaan terhadap hal tersebut," ujarnya.
Jaminan Pemerintah untuk Proyek Strategis
Telisa menambahkan, pemerintah perlu memperkuat kredibilitas kebijakan melalui jaminan partisipasi pemerintah (government participation guarantee) dalam proyek-proyek strategis.
Hal ini agar risiko investasi lebih terukur dan minat investor semakin meningkat.
Peran Investasi dalam Pertumbuhan Ekonomi
Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan investasi menjadi faktor kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
"Investasi memainkan peran yang sangat signifikan, berkontribusi sekitar 1,79 persen dari pertumbuhan ekonomi 5,61 persen," kata Rosan dalam acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat (8/5).
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026 dengan kontribusi investasi mencapai 31-32 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.
Kontribusi investasi ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berkisar 27-28 persen.
Konsumsi domestik masih menjadi penopang terbesar, sedangkan investasi menjadi kontributor terbesar kedua.
Target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026.
Pada triwulan I 2026, realisasi investasi mencapai Rp498,8 triliun atau tumbuh 7,2 persen year-on-year, dan menyerap 706.569 tenaga kerja.