unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Industri Animasi Indonesia Tembus Rp798 Miliar pada 2025, IP Lokal Makin Cuan
Hiburan

Industri Animasi Indonesia Tembus Rp798 Miliar pada 2025, IP Lokal Makin Cuan

Ilustrasi industri animasi Indonesia
Ilustrasi industri animasi Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Industri animasi Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan pesat. Berdasarkan data terbaru, nilai industri animasi tanah air mencapai Rp798,15 miliar pada 2025.

Angka ini tercatat dalam Indonesia Animation Report 2026 yang dirilis oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama sejumlah mitra.

Laporan tersebut merupakan hasil riset terhadap 262 studio animasi yang mempekerjakan 3.448 tenaga kerja.

Pendapatan IP Lokal Lampaui Jasa

Dalam satu dekade terakhir, nilai industri animasi Indonesia meningkat lebih dari 3,3 kali lipat. Rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 12,86 persen.

Fenomena menarik terjadi pada pendapatan dari karya orisinal atau intellectual property (IP) lokal. Untuk pertama kalinya, pendapatan IP lokal melampaui pendapatan dari jasa ekspor.

Pendapatan dari IP lokal melonjak 279,53 persen pada 2025. Saat ini, sebanyak 308 karya animasi orisinal aktif telah diproduksi dan didistribusikan ke berbagai platform global.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyebut industri animasi sebagai bagian penting ekonomi kreatif. Ia menilai sektor ini berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Laporan Indonesia Animation Report 2026 merupakan kolaborasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI), BRIN, dan Universitas Dian Nuswantoro.

Studi ini merupakan kelanjutan riset sebelumnya pada periode 2015-2020.

Teuku menambahkan bahwa laporan ini menjadi landasan penting untuk mendorong transformasi industri menuju model berbasis kekayaan intelektual yang berdaya saing global.

Ketua Umum AINAKI, Daryl Wilson, menegaskan bahwa sektor jasa animasi tetap memberikan kontribusi ekonomi signifikan.

Namun, peran sektor jasa tersebut belum sepenuhnya terpetakan secara optimal dalam kerangka ekonomi Indonesia.

Menurut Daryl, sektor jasa animasi berpotensi besar mendorong pertumbuhan PDB dan penciptaan lapangan kerja.

Tantangan dan Rekomendasi Kebijakan

Indonesia Animation Report 2026 juga mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi industri animasi. Sebagian besar studio masih kekurangan dana untuk ekspansi global.

Selain itu, banyak karya animasi belum memiliki perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI).

Studio berbasis IP juga kesulitan mengakses kredit perbankan, dan banyak tenaga kerja masih berstatus pekerja lepas atau kontrak.

Laporan tersebut merekomendasikan lima paket kebijakan strategis.

Dengan implementasi kebijakan yang terintegrasi, industri animasi Indonesia diproyeksikan mampu menembus Rp1 triliun pada 2030.

Hal ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif di Asia Tenggara.

Laporan ini mencatat bahwa untuk pertama kalinya pendapatan dari karya animasi orisinal atau IP lokal melampaui pendapatan dari penyediaan jasa yang diekspor.

Pendapatan IP lokal melonjak 279,53 persen pada 2025, dengan 308 karya animasi orisinal aktif yang telah diproduksi dan didistribusikan secara global.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa industri animasi merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang berpotensi besar sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Laporan ini menjadi landasan penting untuk mendorong transformasi industri menuju model berbasis kekayaan intelektual yang berdaya saing global.

Ketua Umum AINAKI Daryl Wilson menambahkan bahwa sektor jasa animasi memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi ekonomi secara signifikan, namun perannya belum sepenuhnya terpetakan dan terkategori secara optimal.

Sektor jasa ini dinilai berpotensi besar mendorong pertumbuhan PDB dan penciptaan lapangan kerja.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru