Google memperluas fitur deteksi gambar hasil kecerdasan buatan (AI) ke browser Chrome dan mesin pencari Search.
Langkah ini memanfaatkan teknologi SynthID untuk membantu pengguna mengidentifikasi keaslian foto di internet.
>>> Kreator Langsung Siapkan Sekuel Film Masha and the Bear 2028
SynthID: Watermark Digital untuk Gambar AI
SynthID adalah teknologi watermark digital yang dikembangkan oleh Google DeepMind. Teknologi ini menyisipkan tanda tak kasat mata pada gambar yang dihasilkan AI.
Dengan SynthID, pengguna dapat memeriksa apakah sebuah gambar dibuat oleh AI atau bukan. Fitur ini akan terintegrasi langsung di Chrome dan Google Search.
Pengguna cukup mengklik kanan pada gambar atau menggunakan opsi di menu pencarian. Hasilnya akan menampilkan label yang menunjukkan kemungkinan gambar tersebut buatan AI.
Langkah ini diambil Google untuk meningkatkan transparansi konten digital. Di era maraknya konten sintetis, verifikasi asal-usul gambar menjadi semakin penting.
Fitur ini mulai diluncurkan secara bertahap di Chrome versi desktop dan seluler. Sementara di Google Search, pengguna akan melihat informasi tambahan pada hasil pencarian gambar.
>>> Instagram Rilis Fitur Instants: Foto Auto-Hapus Setelah Dilihat
Google berharap teknologi ini dapat membantu mengurangi penyebaran misinformasi. Pengguna kini memiliki alat untuk membedakan foto asli dengan hasil generasi AI.
SynthID sebelumnya telah digunakan di platform generative AI milik Google, seperti Imagen. Kini penerapannya diperluas ke produk-produk utama Google.
Fitur deteksi ini tidak hanya berlaku untuk gambar dari Google sendiri. SynthID juga dapat mendeteksi watermark dari berbagai model AI yang kompatibel.
Pengguna tetap perlu waspada karena teknologi ini tidak 100% sempurna. Namun, ini menjadi langkah maju dalam upaya verifikasi konten digital.
Google berencana terus mengembangkan SynthID agar lebih akurat dan luas jangkauannya. Ke depannya, fitur serupa mungkin akan diterapkan pada video dan audio.
>>> Kamera iPhone 18 Pro Max Dikabarkan Punya Mechanical Iris
Dengan integrasi ini, Google berupaya memberikan kontrol lebih kepada pengguna. Informasi tentang asal-usul gambar kini bisa diakses dengan mudah dan cepat.