unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Drama Norwegia 'Fjord' Menang Palme d'Or di Festival Film Cannes 2026
Hiburan

Drama Norwegia 'Fjord' Menang Palme d'Or di Festival Film Cannes 2026

Cristian Mungiu memegang Palme d'Or di Cannes 2026
Cristian Mungiu memegang Palme d'Or di Cannes 2026
A A Ukuran Teks16px

Cristian Mungiu kembali mencatat sejarah di Festival Film Cannes. Sutradara asal Rumania itu memenangkan Palme d'Or untuk kedua kalinya lewat film terbarunya, Fjord.

Penghargaan tertinggi di Cannes ke-79 itu diumumkan dalam upacara penutupan, Sabtu (23/5/2026) waktu setempat. Fjord mengalahkan puluhan film lain dalam kompetisi utama.

Film ini mengangkat tema polarisasi politik yang dibalut kisah keluarga. Mungiu menyebutnya sebagai kritik terhadap "fundamentalisme sayap kiri".

Kisah Pasangan Evangelis di Norwegia

Fjord dibintangi Sebastian Stan dan Renate Reinsve. Mereka berperan sebagai pasangan Evangelis Rumania yang pindah ke Norwegia.

Konflik dimulai ketika anak-anak mereka diambil oleh dinas sosial karena dianggap melakukan hukuman fisik. Peristiwa itu memicu perdebatan tentang nilai budaya dan hak asasi manusia.

Mungiu mengatakan film ini adalah ikrar melawan segala bentuk fundamentalisme. "Masyarakat hari ini terpecah, terpolarisasi, dan radikal," ujarnya saat menerima penghargaan.

Ia menambahkan bahwa kata-kata seperti trauma, inklusi, dan empati perlu diterapkan lebih sering. Fjord menjadi pengingat akan pentingnya dialog lintas perbedaan.

Mungiu Bergabung dengan Jajaran Legenda

Dengan kemenangan ini, Mungiu menjadi sutradara ke-10 yang meraih Palme d'Or dua kali.

Sebelumnya, ia menang pada 2007 lewat 4 Months, 3 Weeks and 2 Days, drama tentang aborsi di Rumania.

Prestasi itu menempatkannya setara dengan sineas seperti Francis Ford Coppola dan Michael Haneke.

Fjord juga memperpanjang rekor luar biasa Neon, label distribusi yang kini membawa pulang tujuh Palme d'Or berturut-turut.

Tahun lalu, Neon juga mendistribusikan It Was Just an Accident karya Jafar Panahi. Sebelumnya, Anora (2024) yang juga dari Neon sukses meraih Oscar untuk Film Terbaik.

Grand Prix untuk 'Minotaur'

Hadiah kedua, Grand Prix, jatuh ke tangan Minotaur karya Andrey Zvyagintsev. Film ini merupakan thriller domestik yang berlatar perang Rusia-Ukraina.

Terinspirasi dari film Claude Chabrol tahun 1969, Minotaur mengisahkan seorang pengusaha Rusia yang curiga istrinya berselingkuh.

Di saat yang sama, ia harus mengirim 150 pekerjanya ke medan perang atas perintah Vladimir Putin.

Zvyagintsev menggunakan pidato penerimaannya untuk menyerukan perdamaian. "Satu-satunya yang bisa menghentikan pembantaian ini adalah Anda, Tuan Presiden Federasi Rusia.

Akhiri pertumpahan darah ini. Seluruh dunia menunggunya," katanya.

Pembagian Penghargaan Lain

Juri yang dipimpin sutradara Korea Park Chan-wook memutuskan untuk membagi sejumlah kategori.

Dua sutradara berbagi penghargaan sutradara terbaik: Pawel Pawlikowski untuk Fatherland dan duet Javier Ambrossi-Javier Calvo untuk The Black Ball.

Pawlikowski sebelumnya memenangkan penghargaan yang sama di Cannes 2018 lewat Cold War. Sementara itu, Ambrossi dan Calvo meraih terobosan besar di Cannes pertama mereka.

Aktris terbaik diberikan kepada dua bintang All of a Sudden, Virginie Efira dan Tao Okamoto.

Film garapan Ryusuke Hamaguchi itu bercerita tentang dua perempuan yang bersahabat karena kepedulian mereka terhadap sesama.

Aktor terbaik juga dibagi: Emmanuel Macchia dan Valentin Campagne dari Coward, drama perang dunia II karya Lukas Dhont.

Skenario terbaik diraih Emmanuel Marre untuk A Man of His Time, tentang seorang kolaborator Nazi di Perancis Vichy.

Hadiah juri (posisi ketiga) diberikan kepada The Dreamed Adventure karya Valeska Grisebach, sebuah drama kriminal di kota perbatasan Bulgaria.

Camera d'Or untuk film pertama terbaik jatuh ke Ben'Imana, film pasca-genosida dari Rwanda yang pertama kali masuk seleksi resmi Cannes.

Upacara penutupan juga kehilangan momen penghormatan untuk Barbra Streisand. Ia dijadwalkan menerima Palme d'Or kehormatan, tetapi cedera lutut menghalangi kehadirannya.

Isabelle Huppert tetap memberikan penghormatan, dan Streisand muncul dalam pesan video.

Pandangan Juri dan Suasana Festival

Ketua juri Park Chan-wook, yang dikenal lewat film-film seperti "No Other Choice," mengaku enggan memberikan Palme d'Or karena ia sendiri belum pernah memenangkannya.

"Tapi saya tidak punya pilihan lain," candanya kepada wartawan setelah upacara.

Festival tahun ini secara umum dianggap kurang bergemuruh. Banyak film Holywood absen, dan hanya sedikit seleksi yang mampu memukau kritikus.

Namun, penghargaan yang dibagikan Sabtu malam diprediksi akan meningkatkan profil internasional para pemenang.

Tahun lalu, Cannes menghasilkan sejumlah nominasi Oscar, termasuk "Sentimental Value" dan "The Secret Agent."

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru