Sutradara Na Hong-jin mengakui bahwa pengerjaan wujud dan efek visual entitas alien menjadi salah satu tantangan tersulit selama menggarap film thriller terbarunya, Hope.
Ia menyebut proses tersebut paling menyita energi di antara berbagai aspek produksi.
Kesulitan itu berujung pada ulasan pedas kritikus film terkait kualitas efek komputer atau CGI sang makhluk asing yang dinilai kurang matang saat Hope tayang di Festival Film Cannes.
Menanggapi sorotan tersebut, Na Hong-jin membeberkan bahwa versi potongan film yang diputar di Cannes sejatinya baru mencapai separuh jalan dari versi akhir.
Alasan di Balik Wujud Alien yang Tidak Konvensional
Terkait bentuk fisik sang makhluk, ia menegaskan bahwa wujud tersebut memang disengaja agar tidak menyerupai alien konvensional pada umumnya.
Langkah ini diambil guna menghadirkan skala ancaman yang lebih besar dibanding unsur mistis supranatural yang pernah ia garap dalam film The Wailing.
"Niat di balik wujud alien ini adalah agar tidak terlihat terlalu kentara seperti alien, karena saya ingin mempertahankan rasa penasaran audiens mengenai apa sebenarnya entitas tersebut," kata Na Hong-jin.
Ia bahkan berseloroh bahwa bentuk fisik makhluk itu bisa berupa apa saja, asalkan bukan Tinky Winky dari Teletubbies, demi memicu rasa asing dan membingungkan bagi penonton.
Di samping visi artistik, Na Hong-jin membeberkan kerumitan teknis saat harus menyelaraskan CGI alien dengan pencahayaan alami.
Tingkat kesulitan produksi kian melonjak lantaran sang sutradara nekat menampilkan pergerakan alien di siang bolong dengan latar lokasi luar ruangan seperti di Haenam, Provinsi Jeolla Selatan.
Cahaya matahari dan perubahan kondisi awan yang dinamis di lapangan membuat penyatuan grafis digital dengan rekaman nyata menjadi sangat rumit.
