Film 'Hope' karya sutradara Na Hong-jin gagal memenangkan Palme d'Or di Festival Film Cannes pada Sabtu (23/5) waktu setempat.
Meski demikian, film bergenre campuran ini tetap menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan dalam kompetisi tahun ini.
>>> Soundcore Liberty 5 Pro vs Pro Max: Mana yang Terbaik?
Berlatar di sebuah desa pelabuhan terpencil dekat Zona Demiliterisasi Korea (DMZ), 'Hope' mengikuti kisah seorang kepala polisi dan perwira baru yang menghadapi makhluk misterius.
Para pemain, termasuk Hwang Jung-min, Zo In-sung, Jung Ho-yeon, Michael Fassbender, Alicia Vikander, dan Taylor Russell, menampilkan reaksi manusia yang penuh ketakutan, panik, penolakan, dan oportunisme.
Meskipun tidak meraih hadiah utama, 'Hope' berhasil menarik perhatian signifikan sepanjang festival.
Film ini muncul sebagai kuda hitam dengan perpaduan tak biasa antara ketegangan, komedi, aksi, dan fiksi ilmiah.
'Hope' telah menimbulkan gebrakan kuat di Cannes, dengan penjualan ke pasar internasional utama, menyamai kesuksesan film Park Chan-wook 'Decision to Leave' (2022).
>>> Desainer Wajib Tahu: Canva Sekarang Bisa Dipakai Offline, Begini Caranya!
Kritikus menggambarkannya sebagai kejutan langka di tengah jajaran film yang relatif tenang.
Na mengatakan film ini berawal dari perenungannya tentang kekerasan dan asal-usulnya.
"Saya ingin mengeksplorasi bagaimana insiden kecil bisa tumbuh menjadi sesuatu yang tidak terkendali," ujarnya dalam konferensi pers festival.
"Kali ini, pertanyaan itu meluas ke alam semesta."
>>> Data Pekerja Bocor ke Google dan Meta Lewat Bossware
Film debut Na adalah 'The Chaser' (2008), disusul 'The Yellow Sea' (2010) dan 'The Wailing' (2016). 'Hope' dijadwalkan rilis musim panas di Korea.