Presiden Prabowo Subianto mengejar penutupan sekitar 800 badan usaha milik negara (BUMN) sampai akhir tahun ini.
Prabowo mengungkapkan pemerintah melalui BPI Danantara telah menutup sekitar 240 BUMN yang selalu merugi.
>>> 62 Rumah Dibayar, Dinas SDA Kejar Pembebasan 108 Rumah di Cawang
Dia menargetkan angka itu bisa bertambah menjadi 250 BUMN hingga akhir Juli.
"Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup.
Desember 31, 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus kita tutup," kata Prabowo saat meresmikan bendungan di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026).
Prabowo mengatakan upaya itu dilakukan sebagai bagian dari penghematan anggaran negara.
>>> ILO: AI Ubah Pola Kerja di ASEAN, Belum Sebabkan PHK Massal
"Dari gaji direksi saja sampai sekarang overhead, dan gaji kita sudah bisa menghemat mendekati Rp70 triliun. Rp70 triliun sudah kita hemat saudara-saudara," kata Prabowo.
