Data pekerja dilaporkan bocor ke perusahaan teknologi raksasa seperti Google dan Meta melalui perangkat lunak pengawasan karyawan yang dikenal sebagai bossware.
Temuan ini mengungkap celah keamanan yang mengancam privasi tenaga kerja.
>>> Ndarboy Genk Jadi Penampil Utama di Hari Ketiga Jogja Financial Festival 2026
Bossware: Alat Pemantau yang Berpotensi Membocorkan Data
Bossware adalah perangkat lunak yang digunakan perusahaan untuk memantau aktivitas karyawan, termasuk penekanan tombol, tangkapan layar, dan penggunaan aplikasi.
Namun, data yang dikumpulkan ternyata dapat diakses oleh pihak ketiga tanpa sepengetahuan pekerja.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa informasi sensitif dari bossware dikirimkan ke server Google dan Meta. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang penyalahgunaan data pribadi.
Data yang bocor meliputi kebiasaan kerja, komunikasi internal, hingga informasi pribadi karyawan. Potensi pelanggaran privasi ini menjadi sorotan di kalangan pegiat hak digital.
Dampak dan Respons Perusahaan Teknologi
Google dan Meta belum memberikan pernyataan resmi terkait kebocoran data ini. Namun, keduanya memiliki kebijakan ketat tentang penggunaan data pengguna.
>>> Nothing Headphone (a) Diskon ke Harga Terendah di Amazon
Para ahli keamanan siber mendesak perusahaan untuk meninjau ulang penggunaan bossware. Mereka juga menyarankan transparansi lebih besar kepada karyawan tentang data yang dikumpulkan.
Kebocoran ini menambah daftar panjang insiden privasi di era digital. Pekerja diimbau untuk waspada terhadap perangkat lunak pemantau yang terpasang di perangkat kerja mereka.
Regulasi perlindungan data seperti GDPR di Eropa dan UU PDP di Indonesia diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik.
Namun, implementasi yang efektif masih menjadi tantangan.
>>> Pemadaman Listrik di Sumatera Ganggu Jaringan Telkomsel, XL, dan Indosat
Perusahaan disarankan untuk mengaudit vendor bossware mereka dan memastikan kepatuhan terhadap standar keamanan. Langkah ini penting untuk mencegah kebocoran data di masa depan.