Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kerangka kesepakatan damai dengan Iran hampir selesai. Trump menulis di media sosial bahwa nota kesepahaman (MoU) telah sebagian besar dinegosiasikan.
Trump menyebut kesepakatan yang muncul akan membuka kembali Selat Hormuz.
>>> Baznas Kota Tangerang Buka Pelatihan Vokasi Sekuriti Gratis bagi Mustahik
Jalur pelayaran vital itu ditutup setelah konflik dimulai pada Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran.
Penutupan Selat Hormuz telah mengganggu pasar energi global. Trump tidak merinci isi lain dari kesepakatan tersebut.
Perkembangan Negosiasi
Trump menyatakan aspek akhir dan detail kesepakatan masih dibahas. "Akan diumumkan segera," tulisnya di platform Truth Social.
Namun, kantor berita Iran Fars melaporkan klaim Trump tidak konsisten dengan kenyataan. Iran sebelumnya mengatakan sedang menyusun MoU untuk mengakhiri perang.
Pejabat tinggi Iran bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir. Militer Pakistan menyebut negosiasi menghasilkan kemajuan yang "mendorong".
Dua sumber Pakistan yang terlibat mengatakan kesepakatan yang dirundingkan cukup komprehensif untuk mengakhiri perang. Sumber lain menyebutkan kerangka kerja tiga tahap.
Tahap pertama adalah mengakhiri perang secara resmi. Tahap kedua menyelesaikan krisis Selat Hormuz.
Tahap ketiga membuka jendela 30 hari untuk negosiasi kesepakatan lebih luas.
Trump sebelumnya mengatakan kepada Axios bahwa ia akan memutuskan Minggu apakah akan melanjutkan serangan ke Iran.
"Entah kita mencapai kesepakatan yang baik atau saya akan meledakkan mereka ke seribu neraka," kata Trump.
Salah satu sumber Pakistan mengatakan tidak ada jaminan AS akan menerima MoU tersebut. Jika diterima, akan mengarah pada pembicaraan lebih lanjut setelah libur Idulfitri berakhir Jumat.
