Framework Laptop 13 Pro yang dijadwalkan rilis Juni ini mengalami penundaan pengiriman hingga akhir Juli atau awal Agustus.
Penundaan ini bukan disebabkan oleh krisis DRAM, melainkan masalah pada dua komponen utama: touchpad haptic dan layar.
Masalah Komponen yang Menyebabkan Penundaan
Framework mengungkapkan bahwa sebelum produksi massal dimulai, ditemukan masalah pada desain papan utama touchpad haptic yang menyebabkan masalah grounding.
Jika touchpad diklik berulang kali, status perangkat bisa mengalami reset.
Masalah pada layar berhasil diatasi melalui pembaruan firmware.
Pemasok panel, CSOT, sedang memproduksi panel baru dengan firmware yang telah diperbaiki agar kualitas tampilan tetap optimal dan stabil.
Dampak bagi Konsumen dan Opsi yang Tersedia
Bagi konsumen yang sudah melakukan pre-order, pengiriman diperkirakan mundur sekitar satu bulan. Sedangkan pesanan baru diperkirakan akan dikirim antara Agustus hingga Oktober, tergantung konfigurasi pilihan.
Framework juga memberikan opsi bagi pelanggan yang tidak ingin menunggu lebih lama untuk membatalkan pesanan mereka dan menerima pengembalian dana.
Langkah ini menunjukkan komitmen Framework terhadap kepuasan pelanggan dan transparansi dalam menghadapi kendala produksi.
Potensi Rilis di Indonesia dan Ketersediaan
Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi tentang ketersediaan Framework Laptop 13 Pro di pasar Indonesia.
Namun, dengan penyesuaian produksi yang sedang dilakukan, konsumen Indonesia yang tertarik disarankan untuk mengikuti perkembangan resmi dari Framework agar mendapat informasi terbaru mengenai harga dan distribusi.