unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK Samsung Pamer Microdisplay RGB OLEDoS dengan Kecerahan 40.000 Nit
IPTEK

Samsung Pamer Microdisplay RGB OLEDoS dengan Kecerahan 40.000 Nit

Samsung memamerkan microdisplay RGB OLEDoS dengan kecerahan 40.000 nit
Samsung memamerkan microdisplay RGB OLEDoS dengan kecerahan 40.000 nit
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Samsung Display kembali menunjukkan inovasi terbarunya di bidang teknologi extended reality (XR).

Pada ajang AWE USA 2026, perusahaan memperkenalkan panel microdisplay RGB OLEDoS (OLED on Silicon) berukuran 1,3 inci dengan kecerahan mencapai 40.000 nit.

Untuk mendemonstrasikan kemampuannya, Samsung menyiapkan ruang gelap bertajuk "The Big Dipper" yang menggunakan tujuh layar untuk mereproduksi rasi bintang terkenal.

Hanya dua dari tujuh layar tersebut yang menggunakan panel ultra-terang baru, namun perbedaannya sangat mencolok dalam hal kecerahan dan ketajaman warna.

Teknologi RGB OLEDoS Tanpa Filter Warna

Teknologi RGB OLEDoS ini tidak menggunakan filter warna konvensional, melainkan mengandalkan emisi piksel langsung.

Pendekatan tersebut membuatnya lebih efisien dalam penggunaan cahaya, yang berpotensi memperpanjang masa pakai panel dan menghemat daya baterai.

Kecerahan tinggi menjadi faktor krusial bagi perangkat XR karena layar harus tetap terlihat jelas di bawah cahaya ambient, seperti sinar matahari atau ruangan terang.

Prototype Lain dan Masa Depan XR

Selain panel 40.000 nit, Samsung juga memamerkan prototype kacamata AR dengan panel 0,62 inci berkecerahan 30.000 nit dan headset MR yang menggunakan teknologi serupa.

Perusahaan juga menampilkan layar stretchable dan layar light field 3D tanpa kacamata, menandakan keseriusan mereka dalam mengembangkan teknologi visual generasi berikutnya.

Inovasi ini hadir di tengah meningkatnya momentum pasar XR, di mana merek-merek elektronik konsumen berlomba menghadirkan headset dan kacamata pintar yang lebih ringan, nyaman, dan impresif secara visual.

Microdisplay berdaya tinggi seperti ini diyakini dapat menjadi kunci untuk membuat mixed reality terasa mulus, memadukan elemen digital dengan dunia nyata secara alami.

📰 Update Terbaru