Pihak Sarwendah menyatakan siap beradu bukti dalam menanggapi tudingan Ruben Onsu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) soal pengasuhan kedua anak mereka.
Ruben sebelumnya mengadu ke KPAI pada Senin (22/6).
Ia melaporkan pembatasan akses pertemuan dengan anak, anak-anak live hingga malam, hingga dugaan tekanan psikis di lingkungan rumah asal.
Pengacara Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengatakan pihaknya akan menyiapkan seluruh bukti untuk memberikan penjelasan sejelas-jelasnya.
Chris membantah keras tuduhan mempersulit Ruben bertemu anak. Menurutnya, yang terjadi hanyalah komunikasi yang belum pas antara ibu dan bapak.
Ia menyatakan kliennya menyambut baik penyelesaian sengketa pengasuhan anak melalui lembaga resmi. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi hukum yang mengikat dan adil bagi semua pihak.
Chris berharap data dan bukti yang diserahkan ke KPAI bisa menjadi pertimbangan objektif dalam mengambil keputusan atau rekomendasi soal pengasuhan dua anak Ruben dan Sarwendah.
Sebelumnya, pihak Sarwendah juga sudah mengajukan surat ke KPAI untuk meminta audiensi, sebelum Ruben datang ke kantor KPAI pada Senin (22/6) siang.
Selain ke KPAI, Sarwendah mendatangi Komnas Perempuan pada Selasa (23/6). Di sana, ia menceritakan perjalanan rumah tangganya bersama Ruben dari awal hingga berakhir pada 2024.
Chris mengatakan pihaknya tidak mencari siapa salah siapa benar, melainkan menggunakan hak kliennya sebagai perempuan untuk curhat tentang riwayat pernikahannya.
