Bekerja dari rumah seringkali membuat meja kerja penuh dengan kabel dan perangkat. Baseus Spacemate RD1 Pro hadir sebagai solusi hub pusat yang menjanjikan kerapian dan konektivitas lengkap.
Docking station ini dibanderol USD 299,99 dan ditujukan bagi pengguna Windows yang membutuhkan banyak port serta daya andal.
Selama dua pekan pengujian, perangkat ini diuji sebagai pusat kendali workstation.
Desain Vertikal yang Menghemat Ruang
Berbeda dari docking station tradisional yang berbaring, Spacemate RD1 Pro berdiri vertikal. Konsep Space Simplified dari Baseus ini berhasil menghemat ruang horizontal di meja.
Bodi berbobot 636 gram terasa kokoh dengan lapisan Cosmic Black yang profesional.
Meski memiliki bantalan pengisi daya magnetik di atas, docking station tetap stabil saat kabel terpasang dan ponsel diletakkan di atasnya.
Layar digital kecil di bagian depan menampilkan informasi port yang aktif dan status pengisian daya.
Tombol fisik di atasnya memungkinkan peralihan antara Mode Hybrid (data, video, dan daya) dan Mode Charging (prioritas pengisian cepat).
Adaptor daya 180W GaN yang disertakan cukup besar dan berat. Meski docking station menghemat ruang meja, adaptor ini perlu ditempatkan di bawah meja atau di belakang monitor.
Port dan Konektivitas Lengkap
Spacemate RD1 Pro memiliki 14 port kabel ditambah bantalan pengisi daya nirkabel di atas.
Bagian depan menyediakan dua USB-C 100W dan dua USB-A 5Gbps untuk perangkat yang sering dicabut.
Bagian belakang diperuntukkan bagi koneksi permanen: dua USB-C 10Gbps, pembaca kartu SD/TF 3.0, dua USB-A 480Mbps, Gigabit Ethernet, dan dua HDMI.
Satu HDMI mendukung 4K 120Hz, satunya 4K 60Hz.
Docking station ini dioptimalkan untuk Windows, memungkinkan tampilan dual monitor diperluas. Selama pengujian, koneksi HDMI sempat terputus dua kali dalam dua pekan, namun hanya berlangsung sesaat.
Kecepatan transfer data melalui port USB-C 10Gbps konsisten. Pembaca kartu SD/TF sangat membantu bagi fotografer yang sering memindahkan file dari kamera.
Beberapa port yang tidak ada antara lain DisplayPort, jack audio 3.5mm, dan Ethernet 2.5GbE. Ketiadaan ini mungkin menjadi catatan untuk generasi mendatang.
Manajemen Daya dan Pengisian Nirkabel
Manajemen daya menjadi salah satu keunggulan docking station ini. Dengan sistem distribusi daya dinamis, total output 160W dapat dialokasikan dengan aman tanpa membuat perangkat panas.
Port USB-C depan teruji memberikan daya 100W stabil saat mengisi power bank berkapasitas besar. Pengguna dapat mengisi laptop dan power bank secara bersamaan dengan kecepatan penuh.
Bantalan pengisi daya magnetik Qi2.2 di atas dapat dimiringkan dan mendukung pengisian hingga 25W. Saat diuji dengan iPhone 13 dan 14 Pro, pengisian berjalan konsisten pada 15W.
Kekuatan magnet dirasa bisa lebih baik mengingat posisi docking station yang tinggi. Ponsel tanpa casing mungkin perlu penempatan yang hati-hati agar tidak jatuh.