Film horor Obsession sukses besar di box office dan menuai pujian kritikus. Kisahnya mengangkat tema klasik tentang konsekuensi mengerikan dari sebuah permohonan, dengan akhir yang brutal dan kelam.
Artikel ini mengandung spoiler.
Alur utama berpusat pada Bear (Michael Johnston) yang menggunakan benda misterius One Wish Willow agar rekan kerjanya, Nikki (Inde Navarrette), membalas cintanya.
Kebahagiaan awal Bear berubah menjadi mimpi buruk saat cinta Nikki berkembang menjadi obsesi ekstrem yang mematikan.
Bear panik dan mencari One Wish Willow lain, namun setiap orang hanya bisa menggunakannya sekali.
Sadar terjebak selamanya, Bear mengunci diri di kamar mandi. Ia sempat mempertimbangkan bunuh diri, tapi akhirnya menenggak seluruh isi botol obat yang sebelumnya merenggut nyawa kucingnya.
Penyesalan datang seketika, Bear berusaha memuntahkan pil. Namun tiba-tiba ia berhenti dan melangkah keluar menemui Nikki.
Banyak yang mengartikannya sebagai pasrah, tapi kebenarannya lebih mengerikan.
Twist di Balik Adegan Kamar Mandi
Saat Bear terduduk, terdengar samar suara retakan One Wish Willow yang diaktifkan. Sepanjang babak kedua, kegilaan Nikki dipicu rasa tidak aman karena Bear tak benar-benar membalas cintanya.
Tanpa sepengetahuan Bear, Nikki menemukan ranting One Wish Willow baru dan mematahkannya. Permohonannya jelas: ingin Bear mencintainya dengan cara yang sama.
Efek magis itu menghentikan Bear dari usahanya memuntahkan obat, memaksanya keluar dalam kondisi terobsesi pada Nikki. Namun overdosis yang terlanjur tetap bekerja, membuat Bear tewas di pelukan Nikki.
Kembalinya Kesadaran Nikki
Kematian Bear otomatis membatalkan permohonan pertamanya. Mantra hancur, kesadaran asli Nikki kembali.
Namun ini bukan akhir bahagia.
Selama kerasukan, jiwa asli Nikki tetap terjaga dan merasakan seluruh penderitaan. Ketika kendali kembali, trauma psikologis membuatnya histeris.
Situasinya akan jauh lebih buruk setelah malam itu.
Secara fisik, tubuh Nikki lah yang bertanggung jawab atas pembunuhan Sarah dan Ian. DNA-nya tertinggal di TKP.
Realitas pahit menanti: ia akan menghabiskan sisa hidup di penjara atau rumah sakit jiwa.
Tidak ada aparat atau juri yang percaya pada pembelaan mistis. Kehancuran hidup Nikki membuat kematian Bear terasa sebagai ganjaran setimpal.
Keegoisan Bear yang Menentukan Takdir
Sepanjang film, setiap tindakan Bear digerakkan keegoisan absolut, termasuk keputusan overdosis. Ia tidak melakukannya untuk menyelamatkan Nikki, tapi karena ego pribadi tak sanggup mengatasi obsesi Nikki.
Penonton diperlihatkan momen ketika kesadaran asli Nikki melawan. Dalam satu adegan, Nikki memohon pada Bear untuk membunuhnya.
Bear justru bertanya apa salahnya hidup bersama, dijawab Nikki: "Aku tidak sedang bersamamu."
Peringatan serupa datang dari agen saluran bantuan yang menawarkan kesempatan bicara dengan Nikki asli, disusul jeritan kesakitan dari seberang telepon.
Sayangnya, Bear baru bergerak setelah kematian Sarah mengancam nyawanya.
Bahkan saat mengakui permohonannya terlalu jauh, motivasi Bear tetap berpusat pada kenyamanan dirinya. Ia ingin mengubah permohonan agar Nikki lebih tenang, bukan membatalkannya.
Karakter egois dan pengecut itu mengunci takdir tragisnya sendiri.
Obsession tayang 26 Juni di bioskop Indonesia.