unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan RESCENE Buktikan Agensi Kecil Masih Bisa Bersaing di Industri K-Pop

RESCENE Buktikan Agensi Kecil Masih Bisa Bersaing di Industri K-Pop

RESCENE Buktikan Agensi Kecil Masih Bisa Bersaing di Industri K-Pop
Ilustrasi: RESCENE Buktikan Agensi Kecil Masih Bisa Bersaing di Industri K-Pop
A A Ukuran Teks16px

Di tengah dominasi perusahaan hiburan raksasa di industri K-Pop, grup vokal wanita beranggotakan lima orang ini membuktikan bahwa aturan masih bisa dilenturkan.

RESCENE berhasil merebut perhatian publik melalui pendekatan yang jauh dari strategi pemasaran K-Pop konvensional. Hal ini memicu harapan bahwa agensi kecil masih memiliki peluang untuk menembus pasar.

>>> Lenovo AI Host Mini: PC Mini dengan 8.000 Skill AI, Harga Rp7,8 Juta

Grup ini debut pada Maret 2024 dengan album "Re:Scene" di bawah naungan The Muse Entertainment, sebuah agensi yang baru dibentuk.

Lineup multinasional yang terdiri dari Woni, Liv, Minami, May, dan Zena membangun identitas unik dengan konsep menghidupkan kembali "scene" melalui "aroma".

Tanpa dukungan label besar atau promosi besar-besaran, RESCENE berjuang selama bertahun-tahun untuk dikenal. Momentum akhirnya datang tahun ini melalui media sosial.

in2

Pada Maret, konten yang menampilkan Woni dan Minami dengan riasan ala "gyaru" (gaya fesyen jalanan Jepang yang mencolok) saat berkeliling kampung halaman Woni di Geoje, Provinsi Gyeongsang Selatan, menjadi viral di YouTube.

Momen itu juga menyorot katalog lagu yang telah mereka bangun selama dua tahun.

"LOVE ATTACK" yang dirilis Agustus 2024 dan masih menjadi lagu terpopuler RESCENE, kini merangkak naik di tangga lagu.

"Busy Boy" (2026) dan "Pinball" (2024) juga kembali mendapat perhatian.

Memanfaatkan momentum tersebut, RESCENE akan merilis single remake pada Juli mendatang.

Fenomena Agensi Kecil Menembus Industri

Kisah RESCENE mengingatkan pada grup seperti GFRIEND, MAMAMOO, EXID, dan Brave Girls yang sebelumnya juga meraih pengakuan mainstream melalui fancam, promosi dari mulut ke mulut, dan kebangkitan tangga lagu.

Pengamat industri menilai platform video pendek dan algoritma penemuan konten telah membuka peluang baru bagi grup dari agensi kecil.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru