unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan RESCENE Buktikan Agensi Kecil Masih Bisa Bersaing di Industri K-Pop

RESCENE Buktikan Agensi Kecil Masih Bisa Bersaing di Industri K-Pop

RESCENE Buktikan Agensi Kecil Masih Bisa Bersaing di Industri K-Pop
Ilustrasi: RESCENE Buktikan Agensi Kecil Masih Bisa Bersaing di Industri K-Pop
A A Ukuran Teks16px

Platform seperti TikTok, YouTube, dan klip buatan penggemar kini memungkinkan tim kecil menjangkau basis penggemar global dengan cepat.

>>> 8 Alasan Huawei MatePad Mini Lebih Menarik daripada iPad Mini

Namun, menjadi viral bukan jaminan bertahan lama. Sejumlah grup K-Pop sempat melesat lalu kehilangan momentum karena tidak memiliki sistem pendukung yang memadai.

Seorang perwakilan perusahaan humas lokal yang enggan disebut namanya mengatakan, "Grup idola di bawah agensi kecil bisa mendadak terkenal dalam semalam karena viralitas, tapi membangun sistem untuk bertahan jangka panjang jauh lebih sulit.

Tanpa pemasaran atau promosi yang cukup, musik pasti akan kehabisan tenaga."

Pendapat lain menyebutkan bahwa yang menarik penonton pada RESCENE bukan hanya mekanisme viral, melainkan sesuatu yang terasa manusiawi dari konten mereka.

in2

Lee Woo-ram, kepala PR firm LIKE BAHA dan kolumnis, menulis bahwa di balik julukan "keajaiban underdog" yang melekat pada grup ini, tersimpan harapan bahwa dunia tidak sepenuhnya ditentukan oleh modal dan platform, tetapi tim kecil pun masih bisa diperhatikan.

Dukungan Pemerintah untuk Agensi Kecil

Momentum idola dari agensi kecil juga menarik perhatian pemerintah.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Badan Konten Kreatif Korea pada 16 Juni meluncurkan program dukungan baru bagi agensi K-Pop kecil dan menengah yang ingin berekspansi ke luar negeri.

RESCENE terpilih sebagai salah satu dari 10 penerima manfaat perdana.

Program ini akan memilih 10 agensi setiap tahun dan memberikan hingga 300 juta won (sekitar $194.000) per tahun.

Perusahaan yang menunjukkan hasil kuat dapat terus menerima dukungan hingga tiga tahun melalui evaluasi lanjutan.

Lee menambahkan, "Orang masih suka melihat seseorang bertumbuh. Mereka masih menunggu kisah comeback.

>>> Piala Dunia 2026 Makin Futuristik! Ini Deretan Teknologi Mutakhir yang Digunakan FIFA

Mereka masih ingin percaya bahwa ketulusan dan kerja keras pada akhirnya akan ditemukan."

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru