unique visitors counter
⌂ Beranda IPTEK Samsung, Micron, dan SK Hynix Digugat Atas Dugaan Rekayasa Kelangkaan RAM

Samsung, Micron, dan SK Hynix Digugat Atas Dugaan Rekayasa Kelangkaan RAM

Samsung, Micron, dan SK Hynix Digugat Atas Dugaan Rekayasa Kelangkaan RAM
Ilustrasi: Samsung, Micron, dan SK Hynix Digugat Atas Dugaan Rekayasa Kelangkaan RAM
A A Ukuran Teks16px

Tiga raksasa memori dunia, Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology, kini berhadapan dengan gugatan class action di Pengadilan Distrik Utara California.

Gugatan yang diajukan sekitar 25 Juni 2026 itu menuduh mereka sengaja membatasi produksi chip DRAM standar, meskipun permintaan dari ponsel dan PC tetap kuat.

>>> HarmonyOS 6 Huawei Tembus 70 Juta Instalasi, Tunjukkan Pertumbuhan Pesat

Akibatnya, harga DRAM melonjak drastis hingga ratusan persen, jauh melampaui kenaikan yang wajar akibat kekuatan pasar normal.

Para penggugat, yang terdiri dari individu dan usaha kecil, menyebut praktik ini sebagai 'RAMpocalypse' atau bencana harga RAM.

Alihkan Produksi ke Chip AI

Gugatan tersebut mendalilkan bahwa ketiga perusahaan melanggar undang-undang antimonopoli, khususnya Pasal 1 Sherman Act.

in2

Mereka dituduh mengalihkan kapasitas produksi ke memori bandwidth tinggi (HBM) untuk server AI yang marginnya lebih tinggi, sambil menahan pasokan DRAM standar.

Ketiga perusahaan menguasai hampir 95% pasar DRAM global, sehingga tindakan mereka berdampak besar pada harga dan ketersediaan.

Dampak pada Konsumen

Kenaikan harga DRAM sudah terasa oleh konsumen.

Apple baru-baru ini menaikkan harga Mac, iPad, dan produk lainnya, secara terbuka menyalahkan lonjakan biaya memori dan penyimpanan akibat AI.

>>> Tips Memilih WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM di Depok

Produsen PC dan ponsel lain juga menyesuaikan harga atau menunda peluncuran produk baru.

Bukan Pertama Kali

Ini bukan kali pertama ketiga perusahaan menghadapi tuduhan serupa. Pada tahun 2000-an, mereka membayar denda miliaran dolar setelah investigasi kolusi.

Sejauh ini, Samsung, SK Hynix, dan Micron belum memberikan tanggapan publik terperinci atas gugatan baru ini.

Sebelumnya, mereka membantah kesalahan dan menyebut keputusan produksi sebagai reaksi terhadap kondisi pasar dan lonjakan permintaan AI.

Pasar memori masih berada di bawah tekanan berat.

Lenovo memperkirakan pasokan akan tetap ketat hingga 2027–2028 karena pusat data terus menyerap chip, sementara pabrik baru membutuhkan waktu untuk beroperasi.

>>> Gambar Langsung Nothing Phone (4b) Bocor, Tampilkan Semua Warna dan Spesifikasi

Dengan DRAM kini menjadi salah satu komponen termahal di banyak perangkat, hasil dari kasus ini dapat berdampak besar pada harga, persaingan, dan inovasi di seluruh industri teknologi.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru