"Ini adalah proses belajar dan berkembang seumur hidup.
Bahkan sekarang, saya terus merasa ada yang perlu ditingkatkan, dan saya terus berjuang untuk musik yang lebih baik dan ekspresi artistik yang lebih dalam."
Tahun-tahun yang ia habiskan untuk menghadapi kemunduran, menurutnya, pada akhirnya membentuk suara yang ia miliki sekarang.
Dengan suara itu, ia akhirnya akan bertemu dengan penonton Korea dalam produksi opera panggung lengkap pertamanya di rumah.
Baek berbagi peran Calaf dengan tenor Kim Young-woo dalam pertunjukan 22-26 Juli di Seoul Arts Center Opera Theater, sementara sopran Ewa Płonka dan Suh Sun-young bergantian dalam peran utama Turandot.
Bagi Baek, kepulangan ini berarti lebih dari sekadar penampilan lain dalam karier internasional.
"Kebahagiaan terbesar adalah bisa bernyanyi di hadapan guru-guru saya, keluarga saya, dan terutama orang tua saya," katanya.
Setelah baru saja kehilangan ayahnya, Baek menambahkan, "Pertunjukan ini lebih berarti bagi saya daripada penampilan apa pun di panggung terhebat di dunia.
>>> Korea Luncurkan Kampanye 'K-Vacation' untuk Dorong Wisata Domestik
Ini membuat saya semakin bersemangat dan emosional."