Tenor asal Korea Selatan, Baek Seok-jong, mengaku bahwa kegagalan lebih banyak mewarnai hidupnya dibandingkan kesuksesan. Namun, perjalanan musiknya justru membawanya ke gedung opera paling bergengsi di dunia.
Kini, ia bersiap untuk penampilan opera penuh pertamanya di Korea sebagai Calaf dalam opera Puccini berjudul "Turandot". Pertunjukan akan digelar di Seoul Arts Center pada 22-26 Juli mendatang.
>>> Busan Gelar Konferensi Warisan Budaya Internasional tentang Arkeologi dan Pencegahan Bencana
"Kegagalan jauh lebih banyak daripada kesuksesan dalam hidup saya," ujar Baek dalam wawancara tertulis dengan Hankook Ilbo.
Menatap debut opera domestik yang telah lama dinantikan, ia menambahkan, "Kesulitan adalah berkah yang lebih besar daripada kenyamanan."
Karier Internasional yang Gemilang
Baek membangun reputasi internasionalnya dengan memanfaatkan kesempatan sebagai pemain cadangan menjadi penampilan yang menentukan karier.
Pada 2022, ia menjadi cover untuk Samson dalam opera "Samson et Dalila" karya Saint-Saens di Royal Opera House London, sebelum melakukan debut utama dalam peran tersebut.
Tak lama kemudian, ia menggantikan tenor terkenal Jerman Jonas Kaufmann sebagai pemeran utama dalam "Cavalleria Rusticana" karya Mascagni, dan meraih pujian luas.
Tahun berikutnya, ia menyanyikan peran utama dalam opera Verdi "Nabucco" dan "Turandot" di Metropolitan Opera New York.
Kini ia kembali ke tanah air sebagai Calaf, pangeran yang menyanyikan aria terkenal "Nessun Dorma" dalam "Turandot".
Perjalanan Panjang dari Bariton ke Tenor
Di balik pencapaian tersebut, terdapat jalan panjang dan sulit.
Lahir di Jeonju, Provinsi Jeolla Utara, Baek lulus dari Chugye University for the Arts sebelum melanjutkan studi di Kanada dan kemudian Amerika Serikat.
Setelah beberapa kali gagal dalam upaya masuk, ia akhirnya diterima di Manhattan School of Music. Selama hampir 15 tahun, ia berlatih dan tampil sebagai bariton.