Negara ini berada dalam transisi yang rapuh enam bulan setelah Amerika Serikat menggulingkan pemimpin Nicolas Maduro.
>>> Cara Registrasi Kartu SIM Telkomsel dan XL Pakai Verifikasi Wajah
AS memiliki sekitar 2.000 personel yang membantu respons bencana, kata Jenderal Francis Donovan, kepala Komando Selatan AS.
Tim penyelamat internasional datang dari seluruh dunia untuk menggali korban selamat. Sementara itu, warga marah karena ketidakhadiran negara pascabencana.
Dengan kehidupan sehari-hari yang hancur, fokus kini beralih ke kelangsungan hidup.
Banyak yang kehilangan tempat tinggal, dan makanan serta air bersih semakin langka. "Mereka membagikan pasokan di sini, tetapi kadang orang hampir saling membunuh demi makanan...
Ini seperti adu ayam," kata Daniela Armas, 18, seorang pedagang di La Guaira.
Pencurian dan penjarahan merajalela. Pada Rabu, empat petugas polisi ditangkap setelah tertangkap basah oleh warga mencuri barang berharga dari reruntuhan.
"Situasinya cukup kritis," kata Lia Poggio, kepala misi di Venezuela untuk Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Antrean untuk bantuan semakin panjang setiap hari. Banyak yang bertahan hidup berkat niat baik para sukarelawan dan sumbangan dari sesama warga.
"Saya merasa bersalah saat makan, karena setiap kali saya makan, saya pikir ada seseorang yang tidak punya makanan," kata Aysmar Lopez, seorang wanita muda yang membawakan makanan rumahan ke beberapa tempat penampungan.
Program Pangan Dunia pada Selasa meminta dana sebesar 50 juta dolar AS untuk memberi makan sekitar 500.000 orang selama tiga bulan di Venezuela.
Risiko Penyakit
Kekhawatiran akan wabah penyakit juga meningkat.
Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Christian Lindmeier, mengatakan layanan kesehatan di Venezuela berada di bawah "tekanan ekstrem."
"Ada peningkatan risiko wabah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin," seperti campak dan difteri, karena rendahnya cakupan vaksinasi sebelum gempa, katanya.
>>> Pembicaraan AS-Iran di Doha Berakhir, Fokus pada Selat Hormuz
Gempa bumi kemungkinan merusak atau menghancurkan 58.870 bangunan, menurut penilaian awal data satelit yang diterbitkan oleh NASA.