Museum Hanseong Baekje di Seoul mengumumkan inisiatif pendidikan baru yang bekerja sama dengan lembaga budaya Eropa.
Program ini dirancang untuk memperkenalkan budaya asing kepada anak-anak Korea melalui permainan kreatif langsung.
>>> Wisatawan Makin Tertarik pada K-Beauty dan Wellness Tourism di Korea
Langkah ini menandai pergeseran peran museum dari sekadar tempat penyimpanan sejarah menjadi pusat pembelajaran global.
Lokakarya Arsitektur Italia
Program unggulan bertajuk "COSTRUIAMO" (Ayo Membangun! ) akan dimulai pada 10 Juli bekerja sama dengan Institut Kebudayaan Italia di Seoul.
Anak-anak akan bereksperimen dengan konsep spasial dan membangun struktur mini untuk menyerap estetika arsitektur Eropa.
Direktur Museum Hanseong Baekje, Kim Ji-yeon, mengatakan museum kini menjadi lingkungan belajar terbuka bagi anak-anak untuk memahami budaya beragam.
Keberhasilan Program Sebelumnya
Lokakarya Italia ini menyusul kesuksesan "Salon Budaya dengan Dunia" bulan lalu yang digelar bersama Kedutaan Besar Prancis.
>>> Profesor Berklee Buka Suara soal Kehilangan Ibu karena Bunuh Diri
Acara tersebut menampilkan penulis buku bergambar asal Prancis, Anne Laval, yang mengajak anak-anak mengeksplorasi musim melalui stempel dan ilustrasi.
Jadwal dan Pendaftaran
Program Italia akan dibagi menjadi dua sesi.
Sesi pertama untuk anak usia 7 tahun hingga kelas 2 SD beserta keluarga di Seoul Baekje Dream Village.
Sesi kedua untuk siswa kelas 3 dan 4 SD akan digelar di Museum Hanseong Baekje pada malam hari.
Pendaftaran dibuka Jumat berdasarkan urutan pendaftar melalui portal reservasi Pemerintah Metropolitan Seoul.
>>> Pemerintah Korea Manfaatkan Tren 'Bread Pilgrimage' untuk Atasi Kelebihan Pasokan Beras
Pejabat museum berencana memperluas kemitraan dengan kedutaan asing dan pusat budaya internasional untuk menjaga generasi muda Seoul tetap terhubung dengan dunia.