unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Pemerintah Korea Manfaatkan Tren 'Bread Pilgrimage' untuk Atasi Kelebihan Pasokan Beras

Pemerintah Korea Manfaatkan Tren 'Bread Pilgrimage' untuk Atasi Kelebihan Pasokan Beras

Pemerintah Korea Manfaatkan Tren 'Bread Pilgrimage' untuk Atasi Kelebihan Pasokan Beras
Ilustrasi: Pemerintah Korea Manfaatkan Tren 'Bread Pilgrimage' untuk Atasi Kelebihan Pasokan Beras
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Korea Selatan memanfaatkan fenomena 'bbangji sullye' atau bread pilgrimage untuk mengatasi kelebihan pasokan beras yang kronis.

Kementerian Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan pada Rabu meluncurkan kampanye bread pilgrimage terbesar yang pernah ada.

>>> Busan Gelar Konferensi Warisan Budaya Internasional tentang Arkeologi dan Pencegahan Bencana

Selama empat bulan ke depan, pemerintah bekerja sama dengan 300 toko roti di seluruh negeri untuk memperkenalkan aneka pastry baru yang terbuat dari 'garu ssal' atau tepung beras.

Tepung beras adalah varietas khusus yang dikembangkan ilmuwan pertanian agar mudah digiling menjadi tepung tanpa perendaman intensif seperti beras biasa.

Kementerian melihat bahan ini sebagai solusi penting untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan gandum.

in2

Dengan mengganti gandum impor dengan tepung beras domestik, pemerintah berharap dapat menstabilkan harga beras yang jatuh dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kampanye yang kini memasuki tahun ketiga ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun 2025.

Kampanye ini melibatkan berbagai peserta, mulai dari toko roti legendaris hingga toko artisanal kelas atas yang dikelola oleh pastry chef bersertifikat.

>>> Seoul Perluas Program Pernikahan Gratis dan Acara Budaya di Rumah Bersejarah

Untuk menarik konsumen muda yang melek digital, pemerintah menggunakan pemasaran budaya pop dan insentif bernilai tinggi.

Pelanggan yang membelanjakan lebih dari 20.000 won (sekitar Rp 230.000) untuk pastry berbahan beras akan menerima gantungan kunci edisi terbatas hasil kolaborasi dengan tim di balik serial animasi populer 'Bread Barbershop'.

Kementerian juga menawarkan oven rumah melalui undian hadiah bulanan untuk mendorong pembelian berulang.

Jeong Hye-ryeon, direktur jenderal kebijakan gandum kementerian, mengatakan, 'Kami berharap ziarah ini akan membuat konsumen lebih akrab dengan tepung beras, yang pada akhirnya memicu peningkatan konsumsi yang berkelanjutan.'

Ia menambahkan, 'Kami akan terus bekerja sama erat dengan industri roti untuk memastikan konsumen dapat menikmati alternatif berkualitas tinggi dan lezat pengganti gandum impor.'

Bagi para peziarah roti di Korea, inisiatif ini menawarkan keselarasan langka antara eksplorasi kuliner dan tugas sipil.

>>> Korea Luncurkan Kampanye 'K-Vacation' untuk Dorong Wisata Domestik

Sepanjang musim panas hingga musim gugur, jalan menuju dukungan bagi petani domestik akan diaspal dengan croissant tepung beras dan roti isi kacang manis.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru