The Korea Times baru-baru ini menguji coba rencana perjalanan yang dibuat oleh kecerdasan buatan (AI) untuk wisatawan yang ingin mempelajari sejarah modern Korea, khususnya akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Wisatawan tersebut meminta Gemini untuk membuat rencana perjalanan satu hari. Hasilnya mencakup Deoksu Palace, Appenzeller Noble Memorial Museum, Seodaemun Prison, Gwanghwamun Gukbap, dan Coffee Hanyakbang.
>>> Kaligrafi Terakhir Ahn Jung-geun Kembali ke Tanah Air Jelang HUT ke-81
Reporter Korea Times mengunjungi setiap tempat yang direkomendasikan untuk menilai seberapa baik rencana tersebut bekerja dalam praktik.
AI Efektif dalam Perencanaan Spasial
AI terbukti efektif dalam merencanakan perjalanan secara spasial, menghubungkan situs-situs warisan utama untuk mengeksplorasi periode sejarah yang diinginkan.
Rute yang disusun mudah dijangkau dengan transportasi umum di kawasan pusat kota.
Namun, algoritma ini gagal dalam memahami kondisi aktual di lapangan dan memberikan informasi yang mendalam serta bernuansa.
>>> Seniman Brasil Temukan Inspirasi Baru di Seoul Jelang Biennale Gwangju
Kesenjangan bahasa di situs seperti Seodaemun Prison mencerminkan kekurangan informasi di lokasi, bukan kelemahan rencana perjalanan.
AI juga tidak menambahkan nuansa pada pengalaman tersebut.
Kekurangan lain seperti toko kostum yang tutup dan sejarah makanan yang tidak akurat menunjukkan ketidakmampuan AI memberikan informasi terkini dan andal.
AI generatif menawarkan cetak biru yang sangat kuat dan hemat biaya untuk menjelajahi masa lalu sebuah kota.
>>> Seoul Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan dengan Upacara Lonceng Bosingak
Namun, untuk menjembatani kesenjangan informasi di lapangan dan membuka kedalaman sebenarnya dari budaya yang hidup, pengetahuan lokal dan bimbingan manusia tetap tak tergantikan.
